Edukasi Konsumen Segera Masuk Kurikulum

Kompas.com - 02/03/2012, 17:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Edukasi agar menjadi konsumen cerdas akan segera masuk menjadi muatan kurikulum di jenjang SMP dan SMA. Hal itu dimaksudkan untuk mencetak konsumen cerdas sejak dini. Saat ini tengah dilakukan proyek percontohan di sejumlah sekolah di Jakarta.

Direktur Pemberdayaan Konsumen Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengemukakan itu kepada Kompas, Jumat (2/3/2012) di Jakarta.

"Dalam waktu dekat, edukasi konsumen akan menjadi muatan pendidikan di SMP dan SMA. Tujuannya untuk mencetak konsumen cerdas sejak dini," ujarnya.

Tahun 2011, tercatat 5.865 motivator. Tahun ini ditargetkan bisa tercetak 7.200 motivator. Semakin banyak motivator, edukasi konsumen diharapkan semakin meluas.

Tahun ini, Kementerian Perdagangan menunjuk mantan artis cilik, Tasya Kamila, sebagai duta konsumen cerdas. Selain itu, siswa-siswa SMP juga disasar untuk menjadi motivator konsumen cerdas.

"Dengan menjadi konsumen cerdas, secara tidak langsung kita sudah ikut membangun negeri ini," kata Tasya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau