Kecelakaan lalu-lintas

Tabrak Belakang, Faktor Sopir Dominan

Kompas.com - 02/03/2012, 20:25 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan lalu-lintas tabrak belakang truk, kerap terjadi di jalur Tol Purbaleunyi. Dari sejumlah kasus yang terjadi, faktor kondisi sopir yang lelah atau mengantuk dinilai dominan sebagai penyebab.

Kecelakaan kembali terjadi di Kilometer 94 Tol Purbaleunyi di daerah Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/3/2012) pagi. Satu mobil boks menabrak belakang truk tronton di jalur menuju Bandung.

Ayi Sulaeman (38), sopir mobil boks bernomor polisi D 8471 CY itu, tewas seketika. Sementara Suharyoto (50), kernetnya, mengalami luka serius dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit Efarina Etaham Purwakarta.

Ayi diduga mengantuk sehingga tak mampu mengendalikan kendaraannya. Mobil boks ringsek di bagian depan. Sementara truk tronton yang ditabrak kabur seusai kejadian.

Humas Tol Purbaleunyi, Iwan Mulyawan, saat dihubungi Jumat siang menyatakan, sebagian besar kejadian kasus kecelakaan tabrak belakang dipicu oleh kondisi sopir yang lelah atau mengantuk. Kecelakaan umumnya terjadi dini hari antara pukul 03.00-06.00.

Sejumlah rambu dan papan peringatan, larangan, dan imbauan telah dipasang, antara lain imbauan soal batas kecepatan maksimal dan waspada tabrak belakang di beberapa titik di antara Kilometer 80-100.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau