Konflik di mesuji

Warga Register 45 Tuding Ada Upaya Adu Domba

Kompas.com - 02/03/2012, 20:30 WIB

MESUJI, KOMPAS.com — Sejumlah warga yang menduduki kawasan Register 45 Mesuji, Lampung, di Blok Sungai Buaya, menuding ada upaya adu domba antarwarga terkait pembentukan Tim 50 untuk menertibkan kawasan hutan Register 45, Mesuji. Tim 50 ini merekrut sejumlah perwakilan warga untuk menjadi koordinator dalam kegiatan penertiban.

Iwanuddin (36), warga Air Mati, Tanjung Harapan, Mesuji, mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya diundang Pemprov Lampung untuk hadir dalam rapat operasi penertiban perambah. ”Di situ, saya diminta menandatangani daftar hadir 50 orang perwakilan warga yang diminta untuk ikut mengusir perambah,” tuturnya saat ditemui di areal Register 45 Mesuji, Jumat (2/3/2012).

Ia melanjutkan, meski menandatangani daftar hadir, secara pribadi ia tidak ikut dalam tim itu. ”Tidak mungkin saya mengkhianati warga. Apalagi, nekat mengusir sedemikian banyak warga. Tetapi, seolah-olah kami datang saat itu untuk mengesahkan dan mendukung penggusuran,” tuturnya.

”Dalam Tim 50 itu dimasukkan sejumlah nama warga yang sebelumnya sempat bersuara keras menolak penggusuran, di antaranya Wayan Sukadana. Ia kemudian dianggap mengkhianati warga karena bergabung dalam tim itu,” ujarnya.

”Setahu saya, Wayan hadir (dalam rapat), tetapi kemudian tidak ikut bergabung,” tuturnya yang menyebutkan pembentukan Tim 50 itu sebagai upaya adu domba warga.

Dalam rapat itu, Iwanuddin mengungkapkan, anggota tim diiming-imingi gaji bulanan Rp 2 juta jika ikut bergabung dan mendukung penertiban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau