Pimpinan DPR Sepakat Ketua DPR Tak Rangkap Jabatan

Kompas.com - 02/03/2012, 20:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat sepakat agar Ketua DPR ke depannya tidak merangkap jabatan sebagai Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR. Keputusan itu diambil pascasorotan terhadap berbagai pembangunan di lingkungan DPR.

"Kami menyetujui Ketua DPR tidak merangkap jabatan sebagai Ketua BURT," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Komplek DPR, Jakarta, Jumat ( 2/3/2012 ).

Menurut Priyo, keputusan itu salah satu langkah yang akan dilakukan untuk perbaikan internal DPR. Priyo enggan menjelaskan apa saja alasan keputusan itu. Dia hanya menyebut Marzuki Alie selaku Ketua DPR terus dikritik atas pembangunan di DPR. Padahal, kata dia, Marzuki tak tahu menahu soal detail pembangunan.

Saat ini, DPR tengah membahas revisi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3). Sebelumnya, Marzuki menyebut Ketua BURT selama ini hanya dijadikan alat legitimasi proyek di Sekretariat Jenderal DPR.

Selain itu, lanjut Priyo, pimpinan DPR sepakat agar nantinya pihak Sekjen DPR membuat fakta integritas dan pertanggungjawab penuh terhadap penggunaan anggaran proyek di lingkungan DPR. Pimpinan DPR juga meminta agar dibuat kode etik pegawai negeri sipil yang bertugas di lingkungan DPR.

"Sekretaris Jenderal perlu menunjuk juru bicara khusus yang mengurusi isu Sekjen," kata politisi Partai Golkar itu.

Langkah lain yang menurut Priyo akan dilakukan yakni penertiban kafe di lingkungan DPR. Kafe di DPR disebut dijadikan tempat berkumpulnya para calo anggaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau