"Safe Deposite Box" Dhana Diperiksa

Kompas.com - 02/03/2012, 20:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus dugaan korupsi di Direktorat Pajak, Dhana Widyatmika, telah usai menjalani pemeriksaan di Bank Mandiri, Jumat (2/3/2012). Begitu mobil Innova hitam bernomor polisi 2686 BK membawanya kembali ke Gedung Tindak Pidana Khusus, Dhana langsung berlari seorang diri dari mobil dan bergegas masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

Menurut kuasa hukumnya, Daniel Alfredo, Dhana dibawa ke Mandiri untuk memeriksa kembali sejumlah bukti yang disita penyidik dari safe deposite box miliknya. "Bank Mandiri dikroscek nomor rekening atas nama siapa kemudian juga ada kroscek karena dipemeriksaan tadi menyangkut sedikit bukti-bukti," ujar Daniel usai mengantarkan Dhana kembali ke Kejaksaan.

Safe deposite box miliknya berisi dokumen ijazah dan surat tanda tamat belajarnya yang berada di Bank Mandiri. "Cuma dilihat, dari data yang diceritakan apakah masih ada di SDB apa tidak. Itu saja. Itu semua disita," jelasnya.

Saat ini Dhana masih menjalani pemeriksaan kembali oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus. Belum diketahui, kapan Dhana akan ditahan oleh penyidik. Saat ini, penyidik menanyakan mengenai fungsi dan tugas Dhana sebagai seorang petugas pajak yang ia lakukan dulu sebelum menjabat sebagai PNS golongan III/C Dinas Pendapatan Daerah DKI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau