Puluhan wartawan berlari begitu melihat Angelina Sondakh (Angie), anggota Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat, muncul di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/3). Kemarin pagi menjadi hari pertama Angie muncul di parlemen setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games pada 3 Februari.
Hampir sebulan Angie tak pernah terlihat hadir dalam rapat Fraksi Partai Demokrat yang biasanya digelar setiap Jumat. Puteri Indonesia tahun 2001 itu juga tak pernah terlihat menghadiri rapat-rapat di komisi ataupun rapat paripurna.
Angie yang mengenakan blus batik berwarna biru muncul di dekat ruang rapat Badan Musyawarah (Bamus) sekitar pukul 10.00. Ia mengaku hadir untuk menghadiri rapat Fraksi Partai Demokrat. ”Saya hadir untuk rapat fraksi,” tuturnya.
Setiap pekan di hari Jumat, Fraksi Partai Demokrat memang menggelar rapat internal di ruang Bamus Gedung Nusantara. Akan tetapi, kemarin tidak ada agenda rapat internal. Fraksi Partai Demokrat menggelar seminar ”Telaah Kritis Revisi Undang-Undang Pangan”.
Setelah lebih dari satu jam mengikuti seminar, perempuan kelahiran 27 Desember 1977 itu beranjak keluar ruangan. Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI itu kembali dikerubuti wartawan begitu keluar dari ruang seminar.
Ia dicecar pertanyaan seputar kasus suap wisma atlet SEA Games. Namun, anggota Komisi X itu sama sekali tak menjawab. Angie hanya mengatakan bahwa anaknya, Keanu Jabaar Massaid, menangis di sekolahnya. ”Anak saya Keanu menangis di sekolahnya. Saya mau tengok dulu ke sekolah,” tuturnya.
Semenjak ditetapkan sebagai tersangka, Angie tidak pernah bersedia berbicara dengan media. Baru Kamis lalu Angie bersedia bicara dengan menggelar jumpa wartawan di rumahnya di Taman Cilandak, Jakarta Selatan. Namun, Angie tidak menjelaskan masalah hukum yang menimpanya. Angie lebih banyak bercerita tentang kondisi anak-anak dan keluarganya.
Selama ini, bukan hanya masalah hukum yang membelit Angie yang menjadi sorotan publik dan media. Persoalan pribadinya juga diungkap kepada publik. Elza Syarif, kuasa hukum M Nazaruddin, membeberkan rencana Angie menggugat cerai Adjie Massaid.
Ada pula tuduhan Angie menelantarkan dua anak tirinya, Zahwa dan Alliyah. Tuduhan itu pun ditepis Angie dan kedua anak tirinya. Zahwa dan Alliyah kerap menunjukkan dukungan kepada Angie melalui ”kicauannya” di Twitter.
Bisa dibilang saat ini semua hal yang menyangkut Angie selalu disorot publik. Termasuk kata-katanya dalam iklan kampanye Partai Demokrat, yakni ”Katakan tidak pada korupsi”.