"Pengurus Sepak Bola Indonesia Harus Berkaca"

Kompas.com - 03/03/2012, 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus sepak bola Indonesia diminta berkaca dari sejumlah fakta yang terjadi di lapangan internasional. Mandeknya prestasi tim nasional "Merah Putih" dirasakan sangat mencederai hati masyarakat Indonesia yang sebagian besar pendukung sepak bola.

Demikian diungkapkan praktisi sepak bola, Mundai Madang, saat menggelar jumpa pers di FX Mall, Jakarta, Sabtu (3/3/2012). Hal itu diungkapkan Mundai menanggapi kekalahan 0-10 Indonesia dari Bahrain dalam laga terakhir kualifikasi Zona Asia Grup E, Pra-Piala Dunia, Rabu (29/2/2012).

"Kekalahan ini sangat menyakitkan. Saya bisa membayangkan perasaan pemain ketika mereka bertanding. Kemarin mereka pulang pun dimaki-maki, tetapi kita tidak bisa menyalahkan masyarakat. Bagaimana caranya menang, ya, mengurusi sepak bola dengan bagus dan, kalau kalah 10-0, bagus, enggak? Saya rasa tidak," ujar Mundai.

Menurut Mundai, kekalahan tersebut telah mencoreng nama Indonesia di dunia internasional. Ia menilai sebaiknya sejumlah pengurus sepak bola di Indonesia merasa malu dan lebih mementingkan kepentingan nasional.

"Ferdinand yang orang Inggris prihatin, padahal dia tidak mempunyai kepentingan apa-apa. Nah, kalau dia prihatin, kita tidak prihatin. Saya tidak mengatakan pengurus itu untuk mundur, tetapi yang bertanggung jawab, ya, pengurus. Mereka harus berikan bukti untuk masyarakat," papar Mundai.

"Dengan kekalahan 0-10 ini, dampaknya ada rasa yang mengendurkan semangat. Karena tujuan kita mengurusi klub adalah untuk memajukan sepak bola. Kalau sudah mengurus, tetapi prestasinya seperti ini, kita agak sedikit mubazir," ucap Mundai yang juga Ketua KONI Sulawesi Selatan ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau