Mempersiapkan Malam Pertama

Kompas.com - 03/03/2012, 22:32 WIB

KOMPAS.com - Malam pertama adalah sesuatu yang sangat istimewa dan ditunggu-ditunggu.  Meski bukan segalanya, tapi dia bisa mengungkap banyak “rahasia” dalam perkawinan. Juga menyisakan kenangan istimewa tak terlupakan.

Bagi beberapa orang, malam pertama menjadi sesuatu yang  ”sakral” sehingga wajib dinikmati dalam  suasana honey moon alias bulan madu. Dinikmati di suatu tempat dan suasana yang khusus.

Dalam beberapa kasus konseling kami, ternyata mereka tidak   Mempersiapkan “malam pertama”  dan honey moon mereka dengan baik. Akibatnya timbul kekecewaan dan kemarahan.

Beberapa kasus yang bisa jadi pelajaran antara lain

1. Annie (samaran) merasa malam pertamanya hambar alias biasa saja, sebab dia sudah biasa melakukan dengan cowoknya Alan (samaran) sebelum menikah. Bahkan dua hari sebelum mereka diberkati, mereka melakukannya.

2. Andie (samaran) kecewa dengan istrinya Wenny (samaran). Sebab wenny tidak bilang (terbuka) bahwa dia sedang mensturasi saat mereka menikah. Sehingga malam pertama itu Wenny merasa tidak nyaman berhubungan dengan Andie.

3. Toety (samaran), kecewa karena suaminya memaksa dia tidur dan menikmati malam pertama di rumah keluarga suaminya. Rumah itu sempit, dan merasa tidak nyaman melakukannya.

4. Sary (samaran) konsultasi dengan kami sesudah  pulang bulan madu dari beberapa negara di Eropa dengan suaminya Saut (samaran) . Setiap kali mau menikmati hubungan suami istri, Saut selalu ijin ke kamar mandi. Sary bisa menunggu Suaminya satu hingga dua jam. Sampai Sary kesal, karena tidak tahu apa yang dilakukan sang suami. Karena kalau ditanya jawabnya “sebentar”. Sary marah lalu memilih  tidur.  Begitulah selama 10 hari, Sary benar-benar penasaran dan   tidak tahan. Akhirnya tahulah Sary bahwa suaminya ternyata impoten, tapi tidak mau berterus terang. Sary tentu sangat kecewa. Dia memilih berpisah sementara dengan suaminya sepulang bulan madu tersebut. Sebab bulan madu serasa empedu.

Rancanglah malam pertama Anda

Agar malam pertama istimewa tentu harus ada persiapan yang anda lakukan. Hal ini perlu dipelajari dan dipersiapkan dengan baik.

Pertama, Rancanglah tanggal pernikahan dimana kalian bisa ambil cuti dari kantor. Sehingga punya waktu cukup menikmati masa berdua sesudah resmi jadi suami istri

Kedua, Usahakan mencari tempat (kota) yang menarik dan berkesan. Pelajari tempat wisata yang cocok buat berdua. Sebab peristiwa menikah adalah sekali untuk seumur hidup (kondisi normal). Buatlah acara bulan madu dengan kesan mendalam, dan jangan lupa diabadikan.  Untuk itu, siapkanlah dana khusus (jika memungkinkan).

Ketiga, Diskusikan dan periksakan kesehatan kalian berdua, tmasuk kesehatan seksual. Semoga pengalaman Sary yang baru tahu suaminya impoten di saat honey moon tidak terjadi pada anda. Kekecewaannya akan sangat mendalam.

Keempat, Rancanglah tanggal pernikahan saat  itu Anda  tidak sedang mensturasi, sebab itu akan mengganggu kenyamanan kalian di malam pertama. Jangan segan sampaikan pada calon  pasangan Anda soal ini. Belajarlah terbuka soal seks sebab seks bukan tabu dibicarakan, seks adalah anugerah Allah yang indah dan dikaruniakan bagi suami dan istri.

Kelima, Pelajarilah hal mendasar soal hubungan suami istri, seperti fore-play, soal posisi yang nyaman dan menyiapkan suasana dan mood yang oke. Usahakan dalam suasana rileks, nyaman dan saling melayani dan memuaskan.

Keenam, Sangat baik dan paling istimewa : pasangan Anda merupakan orang  pertama yang “menikmati”  tubuh anda. Karena itu jagalah selama pacaran, usahakan  jangan sampai anda melakukan hubungan seks yang seharusnya (hanya)  dilakukan dengan suami/istri Anda.

Ketujuh, jika ternyata pasangan Anda akhirnya terbuka bahwa Anda bukan orang pertama yang “intim” dengan dia, terimalah dan ampuni. Jangan menjadikan itu alasan untuk menceraikan pasanganmu. Namun, sebaiknya jika anda memang berniat untuk jujur dan terbuka, sebaiknya kondisikanlah suasana dan waktu yang tepat. Jangan saat kalian berbulan madu.

Penutup

Pernikahan dan hubungan intim di dalam lembaga perkawinan adalah anugerah Allah yang indah. Diberikan Tuhan sebagai jalan menikmati intimasi. Keindahan dan keintiman perkawinan membantu kita menghayati keindahan hubungan dengan diriNya sendiri.

Semoga paparan kasus dan tips ini bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi kalian yang lagi menyiapkan perkawinan dalam waktu dekat. Selamat mempersiapkan dengan baik.

Mohon maaf tulisan yang terbatas, tetapi Semoga bermanfaat

* Diambil dari buku “Banyak Cocok, Sedikit Cekcok”

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau