Wajib belajar

Daerah Sudah Terapkan Wajib Lulus SMA Sederajat

Kompas.com - 04/03/2012, 20:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 14 provinsi telah berkomitmen mewajibkan pendidikan hingga SMA sederajat. Karena itu, pemerintah yang bakal mencanangkan pendidikan menengah universal atau hingga SMA sederajat pada tahun 2013 akan terus mendukung pemerintah daerah untuk ambil bagian.

”Untuk daerah yang sudah melaksanakan wajib belajar 12 tahun di 14 provinsi harus semakin kuat komitmennya. Pemerintah juga akan mendorong daerah yang masih belum tuntas wajib belajar sembilan tahun menuju pendidikan menengah universal,” kata Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Minggu (4/3/2012).

Hamid menjelaskan, pemerintah tidak menamakan wajib belajar 12 tahun karena tidak ada dasar hukumnya. Pertimbangan lainnya karena UNESCO juga tidak mengenal wajib belajar pendidikan menengah.

”Yang ada, ya pendidikan menengah universal. Tetapi, intinya pemerintah mendukung supaya anak-anak bangsa lulus minimal SMA sederajat,” jelas Hamid.

Karena bukan wajib belajar 12 tahun atau pendidikan menengah, pemerintah tetap membuka peluang adanya kontribusi pembiayaan dari masyarakat. Namun, beban yang ditanggung masyarakat semakin diperkecil untuk biaya operasional pendidikan, biaya investasi sarana/prasarana, serta biaya peningkatan kualifikasi dan kompetensi maksimal hingga 30 persen.

Namun, untuk gaji guru di sekolah swasta ditanggung penuh masyarakat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau