Kecelakaan pesawat

Cessna Jatuh di Filipina Tengah, WNI Jadi Korban

Kompas.com - 04/03/2012, 22:45 WIB

MANILA, KOMPAS.com — Dua orang tewas dan tiga lainnya luka parah setelah pesawat Cessna yang mereka tumpangi jatuh di dekat lapangan terbang di kota Mambajao, Pulau Camiguin, Filipina tengah, Minggu (4/3/2012). Salah satu korban luka parah adalah warga negara Indonesia.

Menurut perwira polisi setempat, Franquilino Linda, pesawat bermesin tunggal tersebut tinggal landas dari Provinsi Cebu menuju Camiguin yang dikenal sebagai pulau resor wisata. Selain pilot dan kopilot, pesawat tersebut membawa satu keluarga beranggotakan tiga orang asal Norwegia.

Saksi mata mengatakan, pesawat tersebut sedang berusaha mendarat saat tiba-tiba terlihat oleng. Pilot berusaha membatalkan pendaratan dengan menambah ketinggian, tetapi gagal. Pesawat kemudian menabrak beberapa pohon kelapa sebelum jatuh terempas ke tanah.

Pilot pesawat, Cesar Cebracus, dan satu penumpang, Racquel Strande (37), tewas seketika. Sementara suami Strande, Lars (56), dan anak pasangan tersebut, Jeus Ola (3), menderita luka parah.

Kopilot pesawat, seorang WNI bernama Nurmala Dewi, juga terluka parah, dan kini dirawat di RS di Camiguin. Otoritas Filipina saat ini sedang berusaha memindahkan ketiga korban luka ke RS di Cebu untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Keluarga Strande mencarter pesawat itu untuk menyusul rombongan turis Norwegia yang sudah lebih dulu tiba di Camiguin setelah mereka tidak mendapat tempat duduk dalam penerbangan komersial reguler.

Camiguin, yang terletak 710 kilometer sebelah tenggara Manila, dikenal sebagai resor wisata yang memiliki pasir putih dan lokasi menyelam yang indah.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau