AVB Dipecat, Pemain Chelsea Dinilai Turut Andil

Kompas.com - 05/03/2012, 05:04 WIB

LONDON, KOMPAS.com Sejumlah pemain Chelsea dinilai turut andil terhadap pemecatan pelatih Andre Villas-Boas (AVB). Pemecatan itu terjadi pada Minggu (4/3/2012).

AVB diputus kontraknya setelah memberikan dua kemenangan dalam sembilan laga terakhir. Hasil itu pun membuat Chelsea terancam gagal finis di empat besar Premier League dan tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.

Mantan pemain Manchester United, Robert Savage, menilai, penyebab yang lebih besar dalam pemecatan AVB adalah adanya perselisihan dengan sejumlah pemain senior Chelsea, salah satunya Frank Lampard, dan manajemen klub yang tidak sabar menunggu perbaikan performa Chelsea.

"Saya merasa prihatin dengan Villas-Boas. Para pemain dan manajemen yang harus disalahkan. Villas-Boas seharusnya tetap ada di sana," ujar Savage seperti dilansir BBC.

Untuk sementara, jabatan yang ditinggal Villas-Boas diisi Asisten Manajer, Roberto Di Matteo. Sejumlah nama seperti Rafael Benitez dan Pep Guardiola pun disebut-sebut media Inggris bakal menduduki posisi tersebut.

"Menurut caya, Rafa Benitez menjanjikan, dan dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaik Fernando Torres," kata Savage menjawab pertanyaan siapa sosok yang tepat menjadi pelatih Chelsea.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau