9 Hari Operasi Kilat Jaya, Polres Jaktim Amankan 440 Preman

Kompas.com - 05/03/2012, 09:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perang terhadap aktivitas premanisme kembali dilakukan Kepolisian Resort Jakarta Timur dengan menggelar Operasi Kilat Jaya 2012. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 440 orang yang terdiri dari anak punk, anak jalanan, dan preman.

Menurut Kepala Bagian Humas Polres Jakarta Timur, Didik Haryadi, operasi tersebut dilakukan selama 9 hari dalam kurun waktu 24 Februari lalu hingga 3 Maret 2012 di 126 titik rawan tindakan kejahatan di Jakarta Timur. Dari 440 orang tersebut, 35 orang ditahan dan 405 orang lainnya dilakukan pembinaan.

"Mereka ditahan karena melakukan tindak kekerasan, yakni memeras, menganiaya, dan tindak pencurian," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (4/3/2012).

Ia menambahkan, titik yang menjadi sasaran utama polisi yaitu pusat-pusat aktivitas masyarakat yang rawan terjadinya tindakan kejahatan, seperti Terminal Pulo Gadung, Kampung Melayu, dan Kampung Rambutan. "Tentunya di setiap operasi, Polres Jakarta Timur berkoordinasi dengan Polsek yang ada di wilayah masing-masing," lanjut Didik.

Preman-preman yang terbukti melakukan tindak kejahatan selanjutnya diproses secara hukum sesuai dengan kesalahannya masing-masing. Sementara mereka yang tidak terbukti, hanya difoto dan diminta sidik jarinya. Hal ini dilakukan untuk mendata mereka agar nantinya dapat lebih mudah melakukan penyelidikan jika suatu saat terjadi tindak kejahatan yang dilakukan.

Didik melanjutkan, razia tersebut dilakukan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat khususnya pada saat berada di tempat-tempat umum. Ia berjanji akan terus giat melakukan razia serupa untuk memberantas aktivitas premanisme yang kerap mengganggu masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau