Milan Harus Waspadai Kebangkitan Arsenal

Kompas.com - 05/03/2012, 14:18 WIB

KOMPAS.com - Separuh kaki AC Milan memang telah berada di babak delapan besar Liga Champions setelah  berhasil mengempaskan Arsenal 4-0 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (15/2/2012) lalu, di San Siro, Milan. Tetapi pasukan Massimiliano Allegri ini tetap harus mewaspadai kebangkitan Arsenal belakangan ini.

Pascadipermalukan Milan dan disingkirkan Sunderland pada putaran kelima Piala FA, pasukan Arsene Wenger ini mulai terlihat bangkit dari kubur.

Kebangkitan Arsenal diawali dari aksi luar biasa mereka ketika melumpuhkan Tottenham Hotspur 5-2, Minggu (26/2/2012) lalu. Arsenal harus terlebih dahulu tertinggal hingga 0-2 dari tamunya. Tak ingin lagi menelan malu, mereka pun dapat menyamakan kedudukan 2-2 hingga babak pertama usai. Bahkan pascajeda, "The Gunners" tampil bak kesetanan. Total tiga gol bersarang di jala Bred Friedel sekaligus menutup derbi London tersebut dengan skor 5-2.

Tren positif tersebut dilanjutkan ketika Robin van Persie dan kawan-kawan melawat ke Anfield, kandang Liverpool, Sabtu (3/3/2012) kemarin. "The Kop" yang musim ini tak satupun menelan kekalahan di kandangnya harus merelakan keperawanannya tersebut. Gol van Persie di ujung pertandingan membawa Arsenal mencuri kemenangan 1-2 atas pasukan Kenny Dalglish. Padahal sebelumnya Arsenal harus terlebih dahulu tertinggal oleh gol bunuh diri Laurent Koscielny sebelum disamakan oleh sundulan van Persie, delapan menit kemudian.

Hasil tersebut menjadi ancaman bagi Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan dalam melakoni leg kedua. Apalagi pertandingan tersebut digelar di Emirates Stadium, kandang Arsenal. Bahkan sejak 5 Mei 2009 lalu, ketika Arsenal takluk 1-3 oleh Manchester United di semi final Liga Champions, klub yang telah berusia 125 tahun tersebut tidak pernah menelanan kekalahan di kandang dalam laga Liga Champions.

Milan sendiri mempunyai memori buruk pada babak delapan besar Liga Champions musim 2003/2004. Ketika itu Milan di leg pertama telah mengantongi keunggulan 4-1 di San Siro atas Deportivo La Coruna.

"Rossoneri" yang sudah berada di atas angin ternyata harus gagal ke babak semi final setelah Deportivo La Coruna sukses menyaringkan empat gol tanpa balas ke gawang Nelson Dida. Tentu hal itu akan selalu menjadi kenangan pahit bagi Milan, walaupun kini hanya tersisa beberapa pemain di skuad Milan yang pernah merasakan kegagalan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau