Dhana Nikmati Singkong di Rutan Kejaksaan Agung

Kompas.com - 05/03/2012, 16:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dhana Widyatmika, tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang, harus mengecap kehidupan Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung, yang berbeda dengan kehidupan pribadi sebelumnya. Hari ketiga dalam rutan, Dhana mengaku pada kuasa hukumnya diberi makan singkong. Ia juga tidak menitip mereka untuk membawa makanan yang berbeda dari luar.

"Kita tanya apakah ada mau titipan makanan atau enggak, dia jawab seadanya saja. Kita dikasih tahu menunya singkong, ya sudah dia makan singkong, jadi enggak ada apa-apa sih," ujar kuasa hukum Dhana, Daniel Alfredo, seusai menjenguk Dhana di rutan, Senin (5/3/2012).

Selain memilih tetap memakan singkong yang diberikan kejaksaan, kata Daniel, Dhana juga saat ini sedang berpuasa. "Kondisinya sedang puasa, puasa Daud. Kita enggak bicara banyak. Hanya cenderung bangkitin semangatnya aja," terang Daniel.

Dhana juga kembali berpesan kepada pengacaranya agar keluarganya, terutama istrinya, supaya tidak mengunjunginya di rutan. Hal ini mencegah istrinya kembali stres melihat keadaannya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dhana dijadikan tersangka setelah diperkirakan memiliki lebih dari 18 rekening yang tersebar di berbagai bank. Kejagung tengah menelusuri perusahaan-perusahaan yang diduga telah menyuap Dhana. Ia ditengarai memiliki rekening bernilai Rp 60 miliar.

Tidak hanya itu, ia ditemukan pernah melakukan transaksi pengiriman uang senilai 250.000 dollar AS atau senilai Rp 2,25 miliar. Kemudian, ia juga diduga memiliki simpanan emas sebesar satu kilogram. Adapun uang tunai sekitar Rp 28 miliar dan 270.000 dollar AS atau Rp 2,4 miliar disita oleh Kejaksaan Agung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau