JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat hubungan luar negeri dari The Habibie Center, Prof Dr Dewi Fortuna Anwar, mempertanyakan komitmen AS terhadap ASEAN dan struktur komunitas regional yang dibangun dalam KTT Asia Timur (EAS).
"Apakah AS akan terus berkomitmen tanpa batas waktu untuk berpartisipasi dalam EAS dan membiarkan ASEAN berada di posisi 'kursi pengemudi' dan mengikuti kode berperilaku yang ditetapkan ASEAN? Itu pertanyaan yang harus dilontarkan," ungkap Dewi dalam diskusi panel dengan tema ASEAN-US Relations: What Are The Talking Points? di pusat kebudayaan AS @america di Mal Pacific Place, Jakarta, Senin (5/3/2012).
Dewi mengatakan, sejarah menunjukkan AS selalu ingin menjadi pemain kunci dan penentu dalam setiap struktur multilateral yang ia ikuti. Sementara, EAS adalah struktur yang digagas sejak awal oleh ASEAN dengan tujuan menyusun komunitas regional yang berinteraksi menurut tata berperilaku ASEAN.
Meski demikian, Dewi menegaskan, keterlibatan AS dalam ASEAN adalah sesuatu yang positif karena bermanfaat bagi kepentingan kedua pihak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang