Golkar Masih "Malu-malu" Umumkan Cagub DKI

Kompas.com - 05/03/2012, 19:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sudah menentukan calon kepala daerah yang akan diajukan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Partai Golkar masih menunggu waktu untuk mengumumkan nama calon itu. Publikasi terhadap calon gubernur tersebut akan dilakukan menjelang akhir pekan ini.

Rapat pleno yang digelar oleh Partai Golkar, Senin (5/3/2012), sama sekali tidak membicarakan nama tokoh yang akan diusung partai berlambang pohon beringin itu untuk dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta 2012. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, DPP Golkar sudah menentukan calon gubernur dan wakil gubernur sehingga rapat kali ini tidak lagi membahas soal hal itu.

"Sudah ada (calon). Jadi tidak dibicarakan lagi. Tapi pengumumannya baru akan tiga atau empat hari lagi," kata Idrus seusai rapat pleno di Wisma Bakrie I, Kuningan, Jakarta, Senin (5/3/2012).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tersebut membahas dan mencoba melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Golkar menganggap wilayah Jakarta tidak mengalami perkembangan signifikan dari segi penyelenggaraan pemerintahan. "Tidak maksimal perjalanan pembangunan lima tahun ini di Jakarta," ujar Idrus.

Pertimbangan untuk tidak mengumumkan calon kepala daerah pada hari ini juga dikarenakan Golkar masih terus melakukan pendekatan politik untuk menghimpun koalisi. Hal ini lantaran Golkar tidak mungkin maju dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012 tanpa berkoalisi. "Harus koalisi, itu sebabnya tiga atau empat hari lagi biar lebih lengkap semuanya," kata Idrus.

Pada pilkada kali ini, hanya dua partai yang dapat maju tanpa harus berkoalisi dengan partai lain, yaitu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Golkar hanya memiliki tujuh kursi di DPRD DKI Jakarta sehingga harus bergabung dengan partai lain untuk menambah minimal delapan kursi lagi.

Sejauh ini, ada empat nama yang memang digadang-gadang dalam bursa internal Golkar, yaitu Prya Ramadhani, Tantowi Yahya, Alex Noerdin, dan Aziz Syamsuddin. Dalam Musyawarah Kerja Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Minggu (4/3/2012) kemarin, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DKI PPP Lulung Lunggana mengatakan bahwa partainya telah berkoalisi dengan Golkar untuk mendukung Alex Noerdin sebagai bakal calon gubernur DKI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau