Properti

Harga Rumah Subsidi Diusulkan Naik

Kompas.com - 05/03/2012, 21:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perumahan Rakyat mengusulkan kenaikan plafon harga rumah bersubsidi. Rumah tapak bersubsidi diusulkan naik dari Rp 70 juta per unit menjadi Rp 80 juta per unit.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, di Jakarta, Senin (5/3/2012), mengemukakan, pihaknya sedang mengkaji kenaikan harga rumah tapak bersubsidi dari Rp 70 juta per unit. Hal itu guna mengantisipasi kenaikan harga BBM yang direncanakan mulai April 2012.

”Kami sedang mengajukan usulan kepada Kementerian Keuangan,” ujar Djan.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Sri Hartoyo mengemukakan, harga rumah tapak untuk masyarakat menengah bawah itu diusulkan naik dari Rp 70 juta per unit menjadi Rp 80 juta per unit.

Sasaran rumah tapak subsidi adalah masyarakat berpenghasilan maksimum Rp 3,5 juta per bulan. Subsidi disalurkan melalui skim fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). FLPP berupa suku bunga kredit tetap 7,5 persen dalam tenor pinjaman 15 tahun.

Untuk menekan biaya produksi, pihaknya menjanjikan bantuan prasarana sarana umum, pembebasan biaya sertifikasi tanah, pajak pertambahan nilai, biaya instalasi listrik dan air minum. Pihaknya juga mendorong prototipe precetak bangunan sehingga biaya konstruksi rumah turun menjadi Rp 25 juta.

”Kami berharap terobosan ini menekan biaya produksi rumah. Selama ini, rumah ini dibangun dengan cara konvensional sehingga biaya produksi lebih mahal,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau