Jalur Mamasa-Polewali Kembali Tertimbun Longsor

Kompas.com - 06/03/2012, 07:38 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Jalur lintas kabupaten Polewali Mandar-Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (5/3/2012) malam tadi kembali tertutup longsor. Hujan deras yang terjadi sejak siang hingga malam hari membuat tebing gunung di sepanjang 100 kilometer lebih yang menghubungkan dua kabupaten ini longsor.

Hingga kini pemerintah setempat belum menurunkan peralatan berat untuk mengevakuasi timbunan longsor yang menutupi permukaan jalan. Ribuan kubik material longsoran lumpur bercampur bebatuan dan pohon yang tumbang ini terjadi di Dusun Arra, Desa Kelapa Dua, Kecamatan Andreapi, Polewali Mandar, sekitar tiga kilometer dari kantor camat setempat. .

Timbunan longsor yang terdiri dari lumpur bercampur batu dan batang kayu itu menutup hampir seluruh permukaan jalan ini sehingga menghambat arus lalu lintas kendaraan di jalur ini. Jika hujan terus berlangsung diperkirakan material longsoran masih akan terus bertambah hingga terancam menutup seluruh permukaan jalan.

Meskipun jalan masih bisa dilalui kendaraan bermotor,  sebagian besar pengguna jalan mengaku merasa khawatir melintasinya. Mereka cemas karena keadaan seperti itu bisa membahayakan jiwa mereka.  

Kabag Humas Pemda Polewali Mandar Sulawesi Barat, Muhammad Daniel menyatakan, longsor yang terjadi tadi malam adalah yang kedua kalinya dalam tiga hari terakhir. Longsoran kali ini terjadi tak jauh dari lokasi longsor sebelumnya, Jumat malam pekan lalu

Minimnya alat berat yang disiagakan pemerintah kedua kabupaten di sepanjang jalur ini membuat proses evakuasi berjalan lambat. Padahal di saat musim hujan seperti saat ini, longsor sering terjadi.

Warga yang tertahan longsor kerap harus menunggu berjam-jam bahkan harus bermalam di tengah jalan lantaran perjalan mereka terhambat longsor. Alex, sopir angkutan umum yang setiap hari melintas di jalur ini mengaku harus berhati-hati terutama saat hujan tengah berlangsung. Pasalnya ruas jalan sepanjang 100 kilometer yang menghubungkan Polewali-Mamasa berpotensi longsor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau