JAKARTA, KOMPAS.com – Wisata minat khusus menjadi strategi promosi pariwisata Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah mendorong wisata minat khusus dengan berfokus pada enam produk.
“Minat khusus ini ada 6 yaitu budaya dan sejarah, olahraga rekreasi seperti golf, menyelam, dan trekking. Ketiga adalah kuliner. Keempat adalah spa. Kelima adalah MICE (meeting, incentive, convention, exhibition), dan keenam kapal pesiar,” jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu pada jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (5/3/2012).
Menurut Mari, untuk wisata minat khusus budaya dan sejarah, pembahasan belum final. Namun, fokusnya antara lain promosi Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan sekitarnya. Ia menuturkan kawasan tersebut merupakan gabungan antara wisata budaya dan sejarah, serta memiliki infrastruktur yang sudah siap.
“Ini yang menjadi prioritas. Termasuk Sangiran, karena ada purbalakala dan peninggalannya. Jadi daerah Semarang, Solo,Yogkyakarta ini sebagai wilayah yang bisa kita kembangkan untuk wisata minat khusus budaya dan sejarah,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang