Menguat, Rupiah Masih di Atas 9.100

Kompas.com - 06/03/2012, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (6/3/2012) pagi, bergerak menguat 15 poin ke posisi Rp 9.115 dibanding sebelumnya Rp 9.130 per dollar AS.

"Meski diselimuti sentimen negatif, nilai tukar rupiah bergerak menguat pada pagi ini," kata analis pasar uang Treasury Telkom Sigma, Rahadyo Anggoro, di Jakarta.

Ia menjelaskan, penguatan rupiah disebabkan intervensi dari Bank Indonesia (BI) karena kuatnya sentimen negatif baik dari dalam negeri maupun global. "BI intervensi rupiah terhadap dollar AS agar tidak tertekan lebih dalam," katanya.
    
Meski demikian, lanjut dia, sentimen dari rencana naiknya bahan bakar minyak (BBM) akan masih menjadi pemicu tekanan bagi mata uang rupiah terhadap dollar AS pada pekan ini dikarenakan secara fundamental kenaikan itu akan menaikkan inflasi.

Selain itu, lanjut dia, diperkirakan inflasi pada tahun ini akan meningkat 2,4 persen lebih besar dari yang ditargetkan oleh pemerintah sebesar 6,5 persen. Kenaikan BBM, kata dia, juga akan diikuti oleh naiknya tarif dasar listrik (TDL). Kondisi itu menambah sentimen negatif bagi pelaku pasar uang.

Ia menambahkan, perubahan anggaran pemerintah yang disebabkan kenaikan harga minyak dunia akan menambah utang baru bagi negara sebesar Rp 40-Rp 50 triliun. Ia memprediksi, pada perdagangan Rabu (7/3/2012) nilai tukar domestik kembali melemah di kisaran Rp 9.985-9.150 per dollar AS.

Sementara analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, menambahkan, ekonomi China 2012 diperkirakan tumbuh 7,5 persen. Pernyataan PM Cina Wen Jiabao itu cukup mengagetkan investor. "Di tengah risiko global yang berasal dari Yunani dan Uni Eropa (UE) mereda, pernyataan itu menjadikan risiko terhadap China semakin serius," katanya.

Sejak beberapa tahun terakhir, ia mengemukakan, banyak analis memperkirakan China akan menuju hard landing, tetapi selalu tertahan, bahkan pada 2011 lalu masih mencatat pertumbuhan sebesar 8,9 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau