BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Warga Tugu Roda di Register 45, Mesuji, Lampung, terkejut dengan penangkapan Ketua Lembaga Adat Megou Pak, Wan Mauli. Mereka menentang penangkapan ini.
"Harusnya diselidiki dulu sebelum menangkap dia, ditelusuri bukti-buktinya. Masyarakat tidak terima karena bagaimana pun kami sudah menyerahkan kasus ini kepada Lembaga Adat Megou Pak yang diwakili Pak Wan Mauli," tutur Yusuf Ali, perwakilan warga Tugu Roda, Mesuji, Selasa (6/3/2012).
Menurut dia, Wan Mauli tidak memperjualbelikan tanah Register 45 yang sekarang dikuasai warga.
"Kalaupun ada uang yang dikumpulkan, itu sukarela oleh warga untuk perjuangan. Kan, butuh biaya datang ke Jakarta," tuturnya.
"Oleh karena itu, masyarakat tidak akan tinggal diam. Jangan salahkan kalau ada gerakan warga nanti," kata Yusuf.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang