Yuk, Jaga Kesehatan Kamar Anak!

Kompas.com - 06/03/2012, 14:50 WIB

KOMPAS.com - Seberapa sering anak Anda sakit dalam beberapa bulan terakhir ini? Jika sering, mungkin tak ada salahnya Anda mengecek kebersihan dan kesehatan kamar tidurnya.

Kamar tidur anak yang tidak sehat dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan. Tungau atau debu yang menempel di tempat tidur dan jarang dibersihkan menjadi salah satu pemicu gangguan pernapasan. Tungau dan debu membuat hidung terasa gatal serta merangsang timbulnya bersin serta pilek.

Lantas, bagaimana caranya membuat kamar tidur anak menjadi sehat? Setidaknya ada 6 langkah yang bisa Anda lakukan, seperti paparan berikut ini:

Gunakan material alam

Salah satu material yang perlu diperhatikan adalah cat dinding. Pilih cat yang tidak menggunakan logam merkuri dan timbal sebagai salah satu bahan dasar pembuatannya. Cat berbahan merkuri dan timbal dapat memengaruhi kerusakan otak dan keracunan. Anak bisa mengalami kesulitan belajar serta gangguan perilaku.

Bersihkan karpet rutin

Karpet dapat menjadi sarang debu dan jamur yang memicu gangguan pernapasan anak-anak. Namun, bila karpet benar dibutuhkan dalam kamar anak, maka rajin dan rutinlah saat membersihkannya. Agar tak kesulitan, pilihlah bahan karpet dari bahan serat alami dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

Ciptakan udara yang sehat

Selain menyediakan ventilasi, kamar anak juga butuh udara sehat. Kebiasan merokok orangtua di rumah dapat mendorong suplai kesehatan tidak sehat. Jika memang Anda perokok aktif, sebisa mungkin jangan merokok di dalam rumah. Selain asap rokok, minimalkan pemakaian pestisida seperti obat nyamuk bakar. Beberapa zat kimia di dalamnya dapat menganggu kesehatan anak.

Cerdas menggunakan AC

Kebiasaan menggunakan AC harus disertai penggunaan yang tepat. AC di kamar anak bisa disiasati dengan pengaturan suhunya. Suhu terlalu rendah bisa menimbulkan beberapa keluhan. Temperatur yang dianjurkan antara 24 - 36 derajat celcius, dengan kelembaban berkisar 65-95 persen. Selain pengaturan suhu, perawatan AC juga perlu diperhatikan. Kotoran yang menumpuk pada filter bila tak dibersihkan akan menjadi tempat berkumpulnya debu dan kuman.

Ventilasi udara dan cahaya


Volume udara dan cahaya yang masuk ke rumah merupakan faktor penentu apakah rumah itu sehat atau tidak. Kebutuhan udara dan cahaya dihitung berdasarkan ukuran ruang dan jumlah orang. Kebutuhan ini dapat diakomodasi dengan jumlah ventilasi dan bukaan memadai.

Kebersihan tempat tidur

Tak hanya karpet, tempat tidur juga bisa jadi sarang tumbuhnya bakteri, tungau, dan jamur. Untuk meminimalkan hal ini, pertama gantilah sarung bantal guling dan seprai seminggu sekali. Cuci semuanya dengan air panas agar tungau mati. Hindari memakai kasur, bantal dan guling dari bahan kapuk. Karena ini menjadi tempat tinggal favorit tungau. Gantilah dengan bahan kasur lateks.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau