Perdagangan luar negeri

Mentan Tunda Pembatasan Pelabuhan Impor Buah dan Sayuran

Kompas.com - 06/03/2012, 15:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Pertanian memutuskan untuk menunda penerapan pembatasan pelabuhan/bandara untuk pemasukan atau impor produk pertanian segar asal tumbuhan. Penundaan dilakukan selama tiga bulanKementerian Pertanian memutuskan untuk menunda penerapan pembatasan pelabuhan/bandara untuk pemasukan atau impor produk pertanian segar asal tumbuhan. Penundaan dilakukan selama tiga bulan.

Menteri Pertanian Suswono, Selasa (6/3/2012), di Jakarta mengatakan, pada awalnya kebijakan pembatasan pemasukan pelabuhan/bandara akan dilakukan pada 19 Maret 2012.

Setelah melakukan dengar pendapat dengan para pemangku kepentingan, seperti pengusaha dan negara mitra, diputuskan pelaksanaannya ditunda sampai 19 Juni 2012. Kementan sebelumnya menetapkan empat pintu masuk bagi impor 47 komoditas buah-buahan, sayuran buah dan sayuran umbi lapis.

Yakni melalui Pelabuhan Belawan, Tanjung Perak, Makassar dan Bandara Soekarno Hatta. Pertimbangan penundaan antara lain perlunya memberikan kecukupan waktu kepada para pemangku kepentingan serta negara mitra dagang dalam menyiapkan sarana dan prasarana berupa pergudangan, cold storage, dan sarana transportasi.

Kalau dipaksakan, akan menghambat kelancaran arus distribusi buah-buahan, sayur buah segar serta sayuran umbi lapis. Penundaan implementasi ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian No 15/2012 dan Pertmentan No 16/2012.

Dengan begitu, sejak 19 Juni 2012 yang akan datang, sebanyak 47 jenis komoditas pertanian tersebut hanya boleh masuk melalui empat pelabuhan/bandara itu, dan tidak boleh lagi melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Beberapa jenis komoditas seperti alpukat, anggur, apel, cabai, jeruk, mangga, manggis, pepaya, pir, pisang, rambutan, tomat, terong, mentimun, bawang merah, bawang bombai, bawang putih, bawang prei, dan bawang daun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau