Nokia Siapkan PureView untuk Keluarga Lumia

Kompas.com - 06/03/2012, 18:03 WIB

KOMPAS.com - Nokia telah memperkenalkan ponsel PureView 808 di Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, akhir Februari lalu. Pada perhelatan itu, PureView 808 menyabet penghargaan sebagai "Best New Mobile Handset".

Apa yang membuat PureView 808 menarik? Tak lain adalah kamera beresolusi 41MP dengan lensa Carl Zeiss, beserta teknologi kamera PureView itu sendiri. PureView menggunakan teknologi oversampling piksel, sebuah metode pengelompokkan piksel-piksel kecil yang digabungkan untuk membentuk superpiksel tunggal.

Nokia mengklaim, teknologi ini yang mampu menangkap gambar yang jauh lebih bersih walau berada di ruangan bercahaya rendah.

Ukuran file foto dari kamera berteknologi PureView tidaklah besar. Pihak Nokia menyatakan, teknologi PureView membuat ukuran file foto setara dengan 5MP. Jadi, tidak perlu khawatir foto-foto tersebut membuat penuh media penyimpanan.

Nah, rencananya, Nokia bakal menyematkan teknologi PureView pada smartphone Lumia yang bersistem operasi Windows Phone. Hal ini diungkapkan oleh Vice President Marketing Nokia Jo Harlow kepada surat kabar asal Finlandia, Aamulehti.

Harlow tidak memberi bocoran kapan hal itu akan terjadi. Ia hanya mengatakan, tidak akan memakan waktu lama untuk PureView datang ke keluarga Lumia.

Nokia tampak ingin memberi nilai tambah untuk Lumia. Pasalnya, vendor asal Finlandia ini menaruh harap besar pada Windows Phone.

Vice President Nokia Victor Saeijs pernah mengatakan pada awal Februari lalu, investasi Nokia pada Windows Phone harus meraih sukses karena mereka tidak punya plan B.

"Plan B kami adalah plan A harus berhasil," tegas Saeijs.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau