Motogp

Stoner "Serang" Rossi

Kompas.com - 06/03/2012, 20:41 WIB

KOMPAS.com - Menjelang bergulirnya kompetisi balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, pada musim 2012, Casey Stoner melancarkan "serangan" kepada Valentino Rossi. Juara dunia 2007 dan 2011 tersebut mengatakan bahwa "The Doctor" terlalu banyak mengeluh tentang performa motornya.

"Semua pebalap Ducati yang lain lebih cepat darinya selama tes. Dia tidak khawatir tentang kecepatan lap tunggal, tetapi dia adalah pebalap utama di tim, dan dia seharusnya yang tercepat sebelum mengeluarkan banyak keluhan.

"Dia perlu menggambarkan bagaimana GP12 bisa tampil bagus pada tes pertama, dan buruk di tes kedua... tetapi sejujurnya saya berharap mereka bisa segera berbalik menjadi bagus, untuk menghadapi kompetisi."

Stoner mengemukakan hal tersebut setelah melihat hasil uji coba resmi pra-musim pekan lalu di Sepang, Malaysia. Dalam tes selama tiga hari, 28 Februari - 1 Maret, Rossi terpuruk di urutan ke-10. Juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut kalah dengan pebalap Ducati dari tim satelit, Hector Barbera (Pramac), yang ada di urutan keenam.

Hasil tes kedua ini jauh lebih buruk dari uji coba pertama di sirkuit yang sama. Pada uji coba perdana, 31 Januari - 2 Februari, Rossi berada di urutan kelima, yang membuatnya optimistis Ducati GP12 semakin kompetitif.

Setelah menjalani dua uji coba resmi tersebut, para pebalap akan menghadapi tes ketiga sekaligus tes terakhir di Jerez, mulai 23 Maret nanti. Usai tes selama tiga hari, mereka akan mempersiapkan diri menghadapi seri perdana MotoGP 2012 di Qatar, 8 April.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau