Sanksi suriah

Venezuela Siap Kirim Tambahan Minyak

Kompas.com - 07/03/2012, 02:21 WIB

Caracas, Senin - Venezuela mengaku siap mengirimkan kapal bermuatan solar ke Suriah, Senin (5/3). Pengiriman bahan bakar untuk ketiga kalinya ke Suriah ini tetap dilakukan meski rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak menghentikan gempuran terhadap kelompok antipemerintah negeri itu.

Bulan lalu, Venezuela memastikan telah mengirim dua kapal tanker bahan bakar ke Suriah. Aksi ini secara langsung menantang sikap Barat yang mengetatkan sanksi terhadap Suriah, dan menegaskan posisi Venezuela sebagai satu dari sedikit negara yang masih menyuplai kebutuhan Suriah. Presiden Venezuela Hugo Chavez, yang tengah memulihkan diri pascaoperasi tumor di Kuba, secara terbuka mendukung Suriah sebagai bagian aliansi ”anti-imperialisme”.

Perusahaan minyak negara PDVSA mengirim tanker Negra Hipolita ke Suriah, Februari. Tanker yang sama melakukan pengiriman pertama, November lalu. ”Informasi yang kami terima, Negra Hipolita sudah berada di perairan Venezuela. Sesuai perjanjian, Venezuela siap melanjutkan pengiriman solar,” kata anggota parlemen Adel El Zabayar dari Partai Sosialis. Namun, Zabayar tidak menjelaskan kapan jadwal pengiriman ketiga.

Pengiriman bahan bakar ke Suriah berdasarkan pada perjanjian yang disepakati kedua negara tahun 2010. Dalam perjanjian itu, Venezuela akan mengirim solar ke Suriah, dan sebagai balasannya menerima komoditas pangan seperti minyak zaitun.

Tidak jelas apakah PDVSA bernegosiasi langsung dengan perusahaan minyak negara Suriah, Sytrol. Sytrol masuk dalam daftar hitam AS dan Uni Eropa meski tak ada embargo yang jelas untuk bahan bakar ke Suriah atas dasar kemanusiaan.

”Keputusan pemerintah adalah memberi dukungan sepenuhnya kepada Suriah,” ujar Zabayar.

Kiriman minyak dari Venezuela sangat penting bagi rezim Assad, setelah mitra dagang mereka yang lain

menarik diri karena takut melanggar sanksi internasional. Adapun Pemerintah Venezuela lewat Menteri Luar Negeri Nicolas Maduro mengecam sanksi dan tekanan internasional terhadap Suriah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, lebih dari 7.500 warga sipil tewas karena sikap keras rezim Assad menumpas demonstran antipemerintah. Assad menolak mundur meski terus ditekan komunitas internasional.

(Reuters/was)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau