WASHINGTON, KOMPAS.com — Pemerintah Amerika Serikat menyediakan imbalan sebesar 1 juta dollar AS untuk petunjuk, demi menemukan seorang mantan agen FBI yang hilang di Iran, lima tahun lalu.
Direktur FBI Robert Mueller mengumumkan, Selasa (6/3/2012), tentang hadiah demi petunjuk untuk menemukan Robert "Bob" Levinson. Tahun lalu, sebuah video yang menunjukkan Levinson dirilis oleh keluarganya. Film pendek itu mendapat perhatian besar, tetapi tidak berhasil membuahkan petunjuk apa pun.
"Meskipun dia sudah pensiun dari FBI, Bob (Levinson) tetap menjadi keluarga FBI hingga hari ini," kata Mueller dalam sebuah konferensi pers di markas besar FBI di Washington DC.
"Keluarganya adalah keluarga kami," lanjut Mueller yang didampingi istri Levinson dan dikawal puluhan agen.
"Kami di FBI akan terus melakukan apa pun yang kami bisa untuk memastikan Bob kembali dengan selamat kepada Christine (istri Levinson) dan keluarganya, kepada keluarga FBI, dan kepada negara ini, tempat dia mengabdi selama 28 tahun."
Levinson bekerja sebagai penyelidik swasta ketika dia terbang ke Pulau Kish, Iran, pada 8 Maret 2007. Dia hilang pada hari berikutnya. Kunjungan itu disebut-sebut atas nama produser film dokumenter.
Dia berencana menemui seorang warga AS yang menjadi buron atas tuduhan membunuh mantan pejabat Iran. Levinson terakhir kali terlihat di sebuah hotel tempat pertemuan itu direncanakan.
Levinson diyakini sudah tewas sampai munculnya sebuah video berdurasi 54 detik yang menunjukkan bahwa dia masih hidup pada 2010.
Dalam video itu, Levinson tampak lusuh dan lebih kurus. Di dalamnya Levinson mengatakan bahwa dia menjadi tawanan dan obat diabetesnya hampir habis. "Kesehatan saya tidak begitu baik," katanya, seperti dilansir Abcnews.
Dia tidak menyebut identitas penyanderanya, tetapi meminta Pemerintah AS berunding dengan mereka. "Saya memerlukan bantuan Pemerintah AS untuk menjawab permintaan kelompok yang menyandera saya selama tiga setengah tahun ini," ujarnya.
Para pejabat AS meyakini Levinson ditawan oleh sebuah kelompok di Asia barat daya, kemungkinan di perbatasan Afganistan, Iran, dan Pakistan.
Pemerintah AS mengatakan, tindakan yang dilakukan Levinson tidak terkait sema sekali dengan Pemerintah AS ataupun instansi-instansinya.
Hadiah bagi petunjuk soal keberadaan Levinson itu dipublikasikan besar-besaran dengan menggunakan baliho, disiarkan melalui radio, dan penyebaran brosur.
"Kami tidak akan pernah putus harapan. Tujuan kami adalah Bob pulang dengan selamat. Kami sangat merindukannya setiap hari," kata Christine, yang menikah dengan Robert Levinson selama 37 tahun.
Levinson akan berulang tahun ke-64 pada Sabtu pekan ini. Dia memiliki tujuh anak dan dua cucu. "Putra bungsu kami akan lulus dari sekolah menengah. Dia baru SMP ketika ayahnya hilang," lanjut Christine.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang