Eks Agen FBI Hilang di Iran, AS Siapkan Hadiah 1 Juta Dollar

Kompas.com - 07/03/2012, 06:38 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Pemerintah Amerika Serikat menyediakan imbalan sebesar 1 juta dollar AS untuk petunjuk, demi menemukan seorang mantan agen FBI yang hilang di Iran, lima tahun lalu.

Direktur FBI Robert Mueller mengumumkan, Selasa (6/3/2012), tentang hadiah demi petunjuk untuk menemukan Robert "Bob" Levinson. Tahun lalu, sebuah video yang menunjukkan Levinson dirilis oleh keluarganya. Film pendek itu mendapat perhatian besar, tetapi tidak berhasil membuahkan petunjuk apa pun.

"Meskipun dia sudah pensiun dari FBI, Bob (Levinson) tetap menjadi keluarga FBI hingga hari ini," kata Mueller dalam sebuah konferensi pers di markas besar FBI di Washington DC.

"Keluarganya adalah keluarga kami," lanjut Mueller yang didampingi istri Levinson dan dikawal puluhan agen.

"Kami di FBI akan terus melakukan apa pun yang kami bisa untuk memastikan Bob kembali dengan selamat kepada Christine (istri Levinson) dan keluarganya, kepada keluarga FBI, dan kepada negara ini, tempat dia mengabdi selama 28 tahun."

Levinson bekerja sebagai penyelidik swasta ketika dia terbang ke Pulau Kish, Iran, pada 8 Maret 2007. Dia hilang pada hari berikutnya. Kunjungan itu disebut-sebut atas nama produser film dokumenter.

Dia berencana menemui seorang warga AS yang menjadi buron atas tuduhan membunuh mantan pejabat Iran. Levinson terakhir kali terlihat di sebuah hotel tempat pertemuan itu direncanakan.

Levinson diyakini sudah tewas sampai munculnya sebuah video berdurasi 54 detik yang menunjukkan bahwa dia masih hidup pada 2010.

Dalam video itu, Levinson tampak lusuh dan lebih kurus. Di dalamnya Levinson mengatakan bahwa dia menjadi tawanan dan obat diabetesnya hampir habis. "Kesehatan saya tidak begitu baik," katanya, seperti dilansir Abcnews.

Dia tidak menyebut identitas penyanderanya, tetapi meminta Pemerintah AS berunding dengan mereka. "Saya memerlukan bantuan Pemerintah AS untuk menjawab permintaan kelompok yang menyandera saya selama tiga setengah tahun ini," ujarnya.

Para pejabat AS meyakini Levinson ditawan oleh sebuah kelompok di Asia barat daya, kemungkinan di perbatasan Afganistan, Iran, dan Pakistan.

Pemerintah AS mengatakan, tindakan yang dilakukan Levinson tidak terkait sema sekali dengan Pemerintah AS ataupun instansi-instansinya.

Hadiah bagi petunjuk soal keberadaan Levinson itu dipublikasikan besar-besaran dengan menggunakan baliho, disiarkan melalui radio, dan penyebaran brosur.

"Kami tidak akan pernah putus harapan. Tujuan kami adalah Bob pulang dengan selamat. Kami sangat merindukannya setiap hari," kata Christine, yang menikah dengan Robert Levinson selama 37 tahun.

Levinson akan berulang tahun ke-64 pada Sabtu pekan ini. Dia memiliki tujuh anak dan dua cucu. "Putra bungsu kami akan lulus dari sekolah menengah. Dia baru SMP ketika ayahnya hilang," lanjut Christine.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau