Dugaan suap wisma atlet

Nazaruddin Hadirkan Empat Saksi Meringankan

Kompas.com - 07/03/2012, 08:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin, akan menghadirkan empat orang saksi meringankan pada persidangan Rabu (7/3/2012) pagi ini. Salah satu kuasa hukum Nazaruddin, Rufinus Hutauruk, mengungkapkan, keempat saksi itu adalah Nurhasyim (adik Nazaruddin), Khaerul Saleh, Christina, dan Gerhana (pegawai Grup Permai).

Sementara, anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang menjadi Tim Pencari Fakta Partai Demokrat belum ada yang bersedia menjadi saksi meringankan bagi Nazaruddin.

"Dari tim TPF (tim pencari fakta) belum ada konfirmasi," kata Rufinus melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (6/3/2012).

Sebelumnya tim kuasa hukum Nazaruddin berencana menghadirkan tiga anggota DPR yang juga anggota TPF, yakni Benny K Harman, Max Sopacua, dan Edy Sitanggang, sebagai saksi meringankan. Kubu Nazaruddin juga berniat menjadikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, sebagai saksi meringankannya. Namun, Anas belum mengonfirmasi kesediaannya diperiksa sebagai saksi.

Selain itu, pihak Nazaruddin juga meminta majelis hakim mengeluarkan penetapan pengadilan yang meminta tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersaksi bagi Nazaruddin. Namun, permintaan itu ditolak tim jaksa penuntut umum. Menurut jaksa, penyidik KPK tidak dapat dijadikan saksi verbalisan kecuali ada saksi yang mengaku berada di bawah tekanan saat diperiksa penyidik KPK. Selama ini, saksi-saksi Nazaruddin mengaku tidak di bawah tekanan.

Dalam kasus dugaan suap wisma atlet ini, Nazaruddin didakwa menerima suap berupa cek senilai Rp 4,6 miliar terkait pemenangan PT Duta Graha Indah (PT DGI) sebagai pelaksana proyek tersebut. Adapun, pihak Nazaruddin selama ini berdalih kalau cek itu tidak diterima Nazaruddin pribadi melainkan masuk ke kas Grup Permai. Pemilik Grup Permai, kata Nazaruddin, adalah Anas Urbaningrum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau