John Kei Ditanyai 20 Pertanyaan oleh Penyidik

Kompas.com - 07/03/2012, 16:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah lebih kurang enam jam melakukan pemeriksaan terhadap John Refra Kei, lima penyidik Polda Metro Jaya pun meninggalkan ruang rawat tahanan Tembesu Rumah Sakit Bhayangkara. Mereka tampak menghindari wartawan yang menanyakan hasil pemeriksaan sementara terhadap pria asal Pulau Kei, Maluku Tenggara, tersebut.

Salah seorang penyidik yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan bahwa John Kei akan dipindah dari ruang rawat tahanan ke Polda Metro Jaya dalam waktu sesingkat-singkatnya. "Ya secepatnya, lah, enggak sampai satu bulan," katanya kepada wartawan, Rabu (7/3/2012).

Lebih dari 20 pertanyaan yang diajukan kepada John Kei adalah seputar kronologi keberadaan saat peristiwa pembunuhan mantan bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung. Sementara Robert Manurung, salah satu dari 13 kuasa hukum John Kei, mengungkapkan bahwa selain kronologi, kliennya juga ditanya tentang hubungannya dengan Ayung.

"Kedua, apakah ada hubungannya antara Ayung dan Candra, John Kei bilang tidak tahu," ujarnya. Ia melanjutkan dari pertanyaan yang diajukan kepada John Kei, pertanyaan yang menjadi poin penting adalah hubungan kliennya dengan Ayung dan hubungan Ayung dengan Candra. "John Kei bilang tidak tahu," lanjutnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, lima penyidik tersebut meninggalkan ruang rawat sekitar pukul 15.05 WIB menggunakan dua mobil. Sementara situasi di ruangan perawatan masih dijaga oleh Brimob bersenjata lengkap. Di sekitar ruangan itu masih tampak beberapa kerabat John Kei yang setia menunggu selama dia dirawat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau