Jakarta, Kompas -
Simon menyerah dari pemain Denmark, Hans Kristian Vittinghus, 14-21, 21-8, dan 7-21, pada pertandingan yang digelar di National Indoor Arena, Rabu (7/3). Dihubungi seusai pertandingan, Simon mengatakan, dirinya tidak bisa bermain maksimal karena keletihan setelah tampil di Jerman.
”Ya, saya kurang maksimal bermain karena keletihan. Di
Melawan Vittinghus, di atas kertas seharusnya Simon menang. Pemain peringkat ke-18 dunia itu sebenarnya tidak punya teknik permainan yang istimewa. Namun, seperti kebanyakan tipikal pemain Eropa lainnya, Vittinghus bermain ulet dan tak mau mudah menyerah.
Simon sendiri mengaku kecewa sudah harus tersingkir di babak pertama. Namun, andai Simon melaju ke babak kedua, peluangnya untuk melangkah ke babak berikutnya juga berat karena akan bertemu dengan pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei.
Kekalahan juga dialami ganda putri Anneke Feinya/Nitya Krishinda. Pasangan pelatnas Cipayung ini menyerah dua gim langsung dari pemain India, Jwala Gutta/Ashwini Ponsappa, 16-21, 16-21. Menurut pelatih ganda putri, Aryono Miranat, Anneke/ Nitya bermain kurang cermat. Banyak kesalahan yang menguntungkan lawan.
Hasil positif diraih tunggal putra Dionysius Hayom Rumbaka yang semalam mengalahkan pemain China, Du Pengyu. Hayom unggul dalam laga tiga gim yang ketat, 21-16, 15-21, 21-19.
Sementara ganda campuran M Rijal/Debby Susanto juga unggul 21-15, 21-17 atas Robert Blair/Jillie Cooper (Skotlandia).
Penampilan pebulu tangkis Indonesia di turnamen All England kali ini sebenarnya punya dua misi. Pertama, meraih poin untuk penghitungan nilai menuju Olimpiade London 2012. Kedua, menyudahi masa paceklik gelar di turnamen ini.
Untuk misi pertama, turnamen ini menyediakan poin yang cukup besar karena statusnya sebagai salah satu turnamen dengan kasta tertinggi, yakni Premier Super Series. Untuk sang juara, bonus poin yang diberikan sebesar 11.000 poin.
Penghitungan angka untuk olimpiade akan ditutup akhir April sehingga poin di All England sangat berarti untuk mendongkrak peringkat. Di turnamen ini, pemain Indonesia tidak pernah juara dalam hampir 10 tahun terakhir. Terakhir, juara All England asal Indonesia adalah ganda putra Sigit Budiarto/Chandra Wijaya pada 2003.