All england

Simon Santoso Belum Konsisten

Kompas.com - 08/03/2012, 03:22 WIB

Jakarta, Kompas - Penampilan pebulu tangkis tunggal putra Simon Santoso masih belum konsisten. Setelah pekan lalu tampil gemilang dengan mencapai babak final Jerman Terbuka, kali ini dia langsung kandas di babak pertama turnamen prestisius All England.

Simon menyerah dari pemain Denmark, Hans Kristian Vittinghus, 14-21, 21-8, dan 7-21, pada pertandingan yang digelar di National Indoor Arena, Rabu (7/3). Dihubungi seusai pertandingan, Simon mengatakan, dirinya tidak bisa bermain maksimal karena keletihan setelah tampil di Jerman.

”Ya, saya kurang maksimal bermain karena keletihan. Di gim kedua saya sempat menemukan kembali permainan, tetapi drop lagi di gim ketiga,” kata Simon.

Melawan Vittinghus, di atas kertas seharusnya Simon menang. Pemain peringkat ke-18 dunia itu sebenarnya tidak punya teknik permainan yang istimewa. Namun, seperti kebanyakan tipikal pemain Eropa lainnya, Vittinghus bermain ulet dan tak mau mudah menyerah.

Simon sendiri mengaku kecewa sudah harus tersingkir di babak pertama. Namun, andai Simon melaju ke babak kedua, peluangnya untuk melangkah ke babak berikutnya juga berat karena akan bertemu dengan pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei.

Kekalahan juga dialami ganda putri Anneke Feinya/Nitya Krishinda. Pasangan pelatnas Cipayung ini menyerah dua gim langsung dari pemain India, Jwala Gutta/Ashwini Ponsappa, 16-21, 16-21. Menurut pelatih ganda putri, Aryono Miranat, Anneke/ Nitya bermain kurang cermat. Banyak kesalahan yang menguntungkan lawan.

Hasil positif diraih tunggal putra Dionysius Hayom Rumbaka yang semalam mengalahkan pemain China, Du Pengyu. Hayom unggul dalam laga tiga gim yang ketat, 21-16, 15-21, 21-19.

Sementara ganda campuran M Rijal/Debby Susanto juga unggul 21-15, 21-17 atas Robert Blair/Jillie Cooper (Skotlandia).

Dua misi

Penampilan pebulu tangkis Indonesia di turnamen All England kali ini sebenarnya punya dua misi. Pertama, meraih poin untuk penghitungan nilai menuju Olimpiade London 2012. Kedua, menyudahi masa paceklik gelar di turnamen ini.

Untuk misi pertama, turnamen ini menyediakan poin yang cukup besar karena statusnya sebagai salah satu turnamen dengan kasta tertinggi, yakni Premier Super Series. Untuk sang juara, bonus poin yang diberikan sebesar 11.000 poin.

Penghitungan angka untuk olimpiade akan ditutup akhir April sehingga poin di All England sangat berarti untuk mendongkrak peringkat. Di turnamen ini, pemain Indonesia tidak pernah juara dalam hampir 10 tahun terakhir. Terakhir, juara All England asal Indonesia adalah ganda putra Sigit Budiarto/Chandra Wijaya pada 2003. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau