Indian Wells, Selasa
Petenis Swiss itu telah tiga kali memenangi turnamen Indian Wells dan termasuk salah satu petenis yang sulit dikalahkan ketika bermain di lapangan tanah keras yang menjadi favoritnya. Terlebih lagi dengan kemampuan bertahan Federer yang kini lebih baik dari sebelumnya.
”Saya tetap percaya diri. Saya terus bermain agresif. Saya fokus dan tidak pernah meragukan kemampuan saya. Saya bertahan jauh lebih baik ketimbang kondisi saya pada pertengahan tahun lalu ketika saya merasa seperti tidak bisa bermain defensif,” ujar Federer menjelang penampilannya kembali di Indian Wells yang akan digelar pada 7-18 Maret.
Maestro tenis yang dianggap sebagai salah satu petenis paling elegan sepanjang masa, dengan servis dan voli yang agresif itu, menambahkan, kini dia sudah menemukan apa yang dicarinya. ”Sekarang saya hanya perlu terus menajamkannya,” ungkap Federer.
Petenis Swiss itu selalu gembira bermain di Indian Wells. Sebab, di lapangan inilah dia pernah menang tiga tahun berturut-turut dan memainkan permainan terbaiknya.
”Saya selalu menikmati bermain di Indian Wells. Permukaan lapangan di sini sangat cocok dengan permainan saya. Pukulan slice saya tetap rendah, pukulan naik ke atas dan bola bergerak cepat,” ujarnya.
Bukan hanya Federer yang cukup optimistis menghadapi turnamen Indian Wells ini. Petenis Inggris Raya, Andy Murray, pun sangat berharap bisa berprestasi baik di turnamen itu.
Andy Murray pun berharap karakter lapangan keras di Indian Wells dan Miami yang lebih lambat akan membantunya.
”Kondisi di Indian Wells dan Miami akan sangat berbeda. Lapangan yang jauh lebih lambat yang mudah-mudahan lebih cocok dengan permainan saya,” kata Murray.
Selain kuartet petenis putra teratas dunia, petenis-petenis top putra lainnya pun akan bertarung di turnamen itu, antara lain Juan Martin del Potro, Jo-Wilfried Tsonga, David Ferrer, Tomas Berdych, Gael Monfils, Nicolas Almagro, dan Marcos Baghdatis.
Tuan rumah AS pun menurunkan petenis-petenis terbaiknya, yaitu John Isner, Andy Roddick, dan Mardy Fish.
Di kelompok putri, persaingan di kelompok putri pun agak berkurang dengan absennya Kim Clijsters dan Williams bersaudara. Bahkan, kemungkinan Victoria Azarenka, yang kini menjadi petenis putri nomor satu dunia, tidak bisa tampil maksimal karena kondisi kesehatannya.
Persaingan di kelompok putri masih cukup berat dengan ikut sertanya Maria Sharapova, Petra Kvitova (nomor tiga dunia), Samantha Stosur, dan juga Li Na.