Piala fa

Awal Bagus Roberto Di Matteo di Kursi Manajer

Kompas.com - 08/03/2012, 03:29 WIB

Birmingham, Selasa - Kehadiran Roberto Di Matteo sebagai manajer sementara Chelsea menggantikan Andre Villas-Boas memberikan asa bagi ”The Blues” yang dihantam kekalahan bertubi-tubi.

Chelsea merengkuh tiket babak perempat final Piala FA setelah mengalahkan Birmingham City, 2-0, di Stadion St Andrew, Selasa (6/3) atau Rabu dini hari WIB. Tim Divisi Dua, Leicester City akan jadi lawan Chelsea di babak perempat final, Senin (19/3).

Chelsea unggul lewat dua gol pada babak kedua yang dicetak Juan Mata pada menit ke-55, disusul gol kedua oleh Raul Meireless pada menit ke-61. Ironisnya, kemenangan tersebut adalah kemenangan pertama bagi Chelsea sejak Andre Villas-Boas dicopot dari jabatannya.

Pada laga putaran kelima Piala FA, Chelsea, sang tuan rumah, ditahan imbang oleh tamunya, Birmingham City, 1-1, Sabtu (18/2).

Menurut Di Matteo, pemain Chelsea telah menunjukkan sikap dan semangat yang positif. Di Matteo, mantan pemain Chelsea selama enam tahun dan menyumbangkan lima piala, memastikan seluruh skuad ”The Blues” siap menyongsong pertandingan Piala FA berikutnya.

”Kami masih punya waktu dua bulan dan semua pemain dapat menjaga kekompakan. Semua pemain harus saling mendukung dan mereka akan bertanding dengan sebaik-baiknya. Kemenangan ini dipersembahkan untuk Andre Villas-Boas,” kata Di Matteo, mantan Asisten Villas-Boas.

Meskipun berhasil menjalankan tugas dengan baik pada debutnya, Di Matteo menegaskan bahwa cita-citanyaa adalah membawa Chelsea masuk empat besar klasemen Liga Inggris.

Pemilik klub Chelsea, Roman Abramovich, meminta Di Matteo untuk menggantikan Villas-Boas. Namun, mantan pemain tim nasional Italia itu tidak mau berkomentar apakah ke depan ia menginginkan jabatan sebagai manajer atau tidak.

Di Matteo selalu mengelak ketika ditanya tentang masa depannya di Chelsea. ”Saya lelah sekali malam ini dan saya masih harus memikirkan pertandingan melawan Stoke City Sabtu besok,” kata Di Matteo.

Nasib Di Matteo sebagai manajer sementara Chelsea memang belum jelas. Apalagi belakangan para suporter Chelsea ramai menyebut nama Jose Mourinho sebagai calon manajer Chelsea.

Di Matteo lebih suka merendah jika dirinya dibandingkan dengan Mourinho, yang dijuluki ”The Special One”. Menurut Di Matteo, Mourinho adalah sosok yang tak terpisahkan dari Chelsea. Mourinho sukses memoles Chelsea sehingga meraih banyak prestasi.

Liga Champions

Tugas berat Di Matteo berikutnya sudah menanti, yaitu pertandingan Chelsea melawan Napoli di babak 16 besar putaran kedua, Sabtu (24/3) di Stamford Bridge. Pada pertandingan babak 16 besar putaran pertama, Napoli menggulung Chelsea 3-1 di Stadion San Paolo.

Tampil di depan pendukungnya, Chelsea harus menang atas Napoli sekaligus mengamankan peluang ke babak perempat final Liga Champions. Chelsea masih memiliki peluang karena main di kandang, tetapi menundukkan Napoli yang sudah unggul dengan tiga gol pada putaran pertama bukan perkara gampang.

Di Matteo menyadari kesulitan yang dihadapi timnya. Namun, Chelsea masih bisa berharap kepada pemain-pemain andalannya. Pemain senior John Terry, misalnya, yang mengalami cedera sejak Januari sekarang siap dimainkan. (AFP/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau