Olimpiade

Tim Dayung Menambah Porsi Latihan

Kompas.com - 08/03/2012, 03:30 WIB

Jakarta, Kompas - Tim dayung menambah porsi latihan untuk persiapan kualifikasi Olimpiade London yang berlangsung di Korea Selatan, April mendatang. Sebanyak 12 atlet (enam putra dan enam putri) yang akan mengikuti kualifikasi olimpiade zona Asia itu menjalani program latihan di Situ Cileunca, Pangalengan, Jawa Barat.

Jumlah atlet akan diseleksi dari 12 orang menjadi 8 orang (empat putra dan empat putri). Mereka akan berlomba di nomor single sculls (1x) putra/putri dan double sculls (2x) kelas ringan putra/putri.

Kepala Bidang Pembinaan Rowing Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Dede Rohmat Nurjaya, Rabu (7/3), mengungkapkan, setiap minggu para atlet berlatih mendayung sampai jarak 200 kilometer. Sebelumnya, saat latihan untuk persiapan SEA Games XXVI/2011, setiap minggu para atlet hanya berlatih mendayung sejauh 160-180 km.

”Setelah SEA Games, kami melakukan evaluasi. Kelemahan atlet kita adalah daya tahannya. Daya tahan atlet bisa ditingkatkan dengan menambah jarak latihan,” kata Dede.

Menurut Dede, pada tujuh minggu pertama, semua atlet berlatih di nomor single sculls. Kemudian pada tujuh minggu berikutnya, atlet mulai berlatih di nomor double sculls. Lokasi latihan atlet dayung di daerah pegunungan juga bertujuan meningkatkan daya tahan atlet.

Dede menjelaskan, untuk mendapat tiket ke olimpiade, atlet harus menembus peringkat lima besar di nomor single sculls dan menembus tiga besar di nomor double sculls.

”Kalau tidak lolos di kualifikasi di Korea Selatan, ya sudah. Sebenarnya masih ada satu kualifikasi lagi di Swiss, tetapi kami putuskan tidak ikut,” kata Dede.

Berpeluang

Dede mengutarakan, atlet Indonesia memiliki peluang lolos kualifikasi di Korea Selatan karena China sudah lolos kualifikasi. Dengan lolosnya China, Indonesia tinggal menghadapi Jepang, Korea Selatan, Iran, India, dan negara-negara Asia Tenggara.

Menurut Dede, materi atlet yang dikirim ke kualifikasi olimpiade sebagian besar adalah atlet yang turun di SEA Games 2011, kecuali satu atlet putri dari Papua, Maria Daimoi. ”Waktu SEA Games, Maria belum terpantau,” katanya.

Dede menambahkan, atlet akan terus berlatih sampai satu hari sebelum berangkat ke Korea Selatan supaya kondisi fisiknya tetap prima. (WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau