Jakarta, Kompas -
Jumlah atlet akan diseleksi dari 12 orang menjadi 8 orang (empat putra dan empat putri). Mereka akan berlomba di nomor single sculls (1x) putra/putri dan double sculls (2x) kelas ringan putra/putri.
Kepala Bidang Pembinaan Rowing Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Dede Rohmat Nurjaya, Rabu (7/3), mengungkapkan, setiap minggu para atlet berlatih mendayung sampai jarak 200 kilometer. Sebelumnya, saat latihan untuk persiapan SEA Games XXVI/2011, setiap minggu para atlet hanya berlatih mendayung sejauh 160-180 km.
”Setelah SEA Games, kami melakukan evaluasi. Kelemahan atlet kita adalah daya tahannya. Daya tahan atlet bisa ditingkatkan dengan menambah jarak latihan,” kata Dede.
Menurut Dede, pada tujuh minggu pertama, semua atlet berlatih di nomor single sculls. Kemudian pada tujuh minggu berikutnya, atlet mulai berlatih di nomor double sculls. Lokasi latihan atlet dayung di daerah pegunungan juga bertujuan meningkatkan daya tahan atlet.
Dede menjelaskan, untuk mendapat tiket ke olimpiade, atlet harus menembus peringkat lima besar di nomor single sculls dan menembus tiga besar di nomor double sculls.
”Kalau tidak lolos di kualifikasi di Korea Selatan, ya sudah. Sebenarnya masih ada satu kualifikasi lagi di Swiss, tetapi kami putuskan tidak ikut,” kata Dede.
Dede mengutarakan, atlet Indonesia memiliki peluang lolos kualifikasi di Korea Selatan karena China sudah lolos kualifikasi. Dengan lolosnya China, Indonesia tinggal menghadapi Jepang, Korea Selatan, Iran, India, dan negara-negara Asia Tenggara.
Menurut Dede, materi atlet yang dikirim ke kualifikasi olimpiade sebagian besar adalah atlet yang turun di SEA Games 2011, kecuali satu atlet putri dari Papua, Maria Daimoi. ”Waktu SEA Games, Maria belum terpantau,” katanya.
Dede menambahkan, atlet akan terus berlatih sampai satu hari sebelum berangkat ke Korea Selatan supaya kondisi fisiknya tetap prima.