JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah Golkar mengusung Alex Noerdin dan berkoalisi dengan PPP serta PDS, Partai Demokrat tampaknya juga sedang menimbang-nimbang partai yang akan dijajaki untuk berkoalisi. Meski Partai Demokrat secara perolehan kursi di DPRD DKI Jakarta mampu maju sendiri, pihak partai tidak mau gegabah untuk maju sendiri.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, menjelaskan, koalisi dengan partai lainnya masih dalam proses. Namun, salah satu partai yang disebut-sebut memiliki kemungkinan besar merapat dengan Demokrat adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Masih dalam proses, tapi kemungkinan PKS yang akan merapat," kata Mubarok, ketika dihubungi, Kamis (8/3/2012).
Terkait calon yang akan diusung, Demokrat berencana akan mendeklarasikannya pada masa akhir pendaftaran calon gubernur DKI Jakarta yang dimulai pada 13-19 Maret. Suara partai ini sebenarnya terpecah dua, mengingat DPD Partai Demokrat DKI Jakarta tetap berkeras mengajukan nama Nachrowi Ramli. Sementara itu, Dewan Pembina Partai Demokrat mengisyaratkan masih tetap akan mengusung petahana Fauzi Bowo untuk kembali menduduki posisi DKI 1.
"Hari-hari terakhir nanti kita akan deklarasikan. Kalau untuk Nachrowi ratingnya rendah, wagub juga susah," tutur Mubarok.
Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD DKI Jakarta, Aliman Aat, mengungkapkan bahwa pihaknya membuka pintu lebar-lebar untuk semua partai agar berkoalisi. "Harapannya semua partai untuk koalisi biar menang mutlak, koalisi itu tidak diharamkan di Demokrat," jelas Aliman.
Terkait nama calon yang diusung, ia mengatakan bahwa keputusan hal tersebut ada di tangan DPP Partai Demokrat. "Siapa pun yang diusung nanti, bisa membangun Jakarta bersama-sama dengan partai koalisi. Yang pasti Demokrat akan mengusung kader terbaiknya," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang