Bahaya Kurang Vitamin D pada Wanita Usia Lanjut

Kompas.com - 08/03/2012, 17:06 WIB

KOMPAS.com - Defisiensi vitamin D pada orang berusia lanjut ternyata tidak hanya memicu risiko keropos tulang atau osteoporosis. Sebuah riset terbaru mengindikasikan, kekurangan vitamin D pada wanita berusia lanjut memiliki hubungan dengan risiko kematian yang lebih tinggi.

Dalam risetnya, Dr Stefan Pilz, ilmuwan dari Medical University of Graz Austria melibatkan hampir 1.000 penghuni panti jompo wanita berusia rata-rata hampir 84 tahun. Hasil analisis menemukan, sebanyak 284 (30 persen) wanita berusia lanjut ini meninggal setelah dipantau perkembangannya selama hampir 27 bulan. Para peneliti juga menemukan, sebanyak 93 persen wanita memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah dari yang direkomendasikan.

"Temuan kami menunjukkan, sebagian besar penghuni panti jompo mengalami kekurangan vitamin D dan mereka yang kadar vitamin D dalam darahnya rendah memiliki resiko kematian lebih tinggi," kata Pilz yang penelitiannya akan dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolisme edisi April.

"Kondisi ini menuntut kita agar segera melakukan upaya pencegahan dan mengobati mereka yang kekurangan vitamin D," tambahnya.

Seperti diketahui, kekurangan vitamin D adalah faktor risiko utama terkait masalah tulang. Sebuah rekomendasi menganjurkan agar seseorang memenuhi kebutuhan vitamin D sebanyak 400-800 IU (International Unit) per harinya.

"Pemberian suplemen vitamin D pada pasien ini dapat memberikan manfaat yang signifikan pada hasil klinis seperti mencegah terjadinya patah tulang," kata Pilz.

"Berdasarkan temuan ini dan literatur yang ada tentang efek buruk dari kekurangan vitamin D, maka pemenuhan vitamin D menjadi suatu kebutuhan yang mendesak dan harus ada strategi yang efektif untuk meningkatkan status vitamin D pada pasien yang lebih tua," jelasnya.

Pliz menekankan bahwa meskipun temuan ini memperlihatkan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dan peningkatan risiko kematian pada wanita berusia lanjut di panti jompo, tetapi hal tersebut tidak serta merta menjelaskan hubungan sebab-akibat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau