Sriwijaya Tundukkan 10 Pemain Mitra Kukar

Kompas.com - 08/03/2012, 18:52 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sriwijaya harus kerja keras untuk menundukkan Mitra Kukar dengan skor 4-3 dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), Kamis (8/3/2012). Padahal, Mitra Kukar bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama.

Kemenangan ini membuat Sriwijaya tetap kokoh dipuncak klasemen dengan 33 poin. Sementara Mitra Kukar tak beranjak dari posisi keempat dengan 24 poin.

M.Ridwan membuat Sriwijaya unggul lebih dulu pada menit ke-9. Gol ini tercipta berkat kesalahan dari Pierre Njaka dalam membuang bola. Bola yang niatnya ingin dibuang oleh Njaka justru mengenai kaki M.Ridwan dan masuk ke gawang Hendro Kartiko.

Pada menit ke-14, Sriwijaya mampu mencetak gol kedua lewat sundulan Kayamba Gumbs. Sayang gol dianulir karena Kayamba sudah lebih dulu berdiri dalam posisi off-side.

Sriwijaya akhirnya mencetak gol kedua pada menit ke-25. Sepak pojok yang dilepaskan Firman Utina berhasil dimanfaatkan oleh Thierry Gathuesi dengan sundulan.

Tuan rumah memperbesar keunggulan mereka berkat gol kedua M.Ridwan. Kayamba yang lolos dari pengamatan para pemain Mitra Kukar merangsek masuk ke kotak penalti lawan dan melepaskan umpan terukur kepada M.Ridwan.

Pemain Mitra Kukar protes dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol ini. Sebab, pemain Mitra Kukar menilai pemain Sriwijaya sudah berada dalam posisi off-side karena hakim garis sempat mengangkat bendera.

Akibat protes keras, wasit Jumadi Adi harus mengeluarkan kartu merah untuk kapten Mitra Kukar, Hamka Hamzah. Bukan hanya itu, permainan sempat terhenti akibat protes ini, namun akhirnya berhasil dilanjutkan.

Sebelum babak pertama berakhir, Mitra Kukar mampu memperkecil kedudukan lewat eksekusi penalti Zulham Zamrun. Penalti diberikan karena kiper Sriwijaya FC, Rivki Modokompit melanggar Zulham.

Di babak kedua, Sriwijaya tetap menekan. Beberapa peluang mampu mereka ciptakan. Salah satunya dari M.Ridwan yang sayangnya bola hasil tembakannya masih jauh di atas mistar gawang.

Terus diserang, justru Mitra Kukar yang berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-61. Umpan silang dari Zulham disambar sundulan oleh Jajang Mulyana. Gol ini juga tak lepas dari blunder Rivki yang salah dalam mengantisipasi bola.

Tak butuh waktu lama untuk Sriwijaya kembali menjauh. Umpan terobosan dari Firman diterima dengan baik oleh Kayamba yang sempat mengecoh Hendro Kartiko sebelum menceploskan bola ke dalam gawang.

Mitra Kukar tak pernah berhenti untuk mengejar. Pada menit ke-80, pemain pengganti Marcus Bent mampu mengubah kedudukan menjadi 4-3. Gol ini lagi-lagi berkat andil Rivki yang salah dalam menempatkan posisi.

Sayang sisa waktu yang ada tak cukup bagi Mitra kukar untuk menambah gol. Hasil 4-3 untuk kemenangan Sriwijaya tak berubah hingga akhir pertandingan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau