Gagal di Liga Champions Jadi Motivasi bagi Arsenal

Kompas.com - 08/03/2012, 20:39 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Bek Arsenal, Laurent Koscielny, mengatakan bahwa kegagalan di Liga Champions menjadi motivasi bagi tim untuk fokus di Premier League. Kekalahan itu membuat moral Arsenal menjadi baik di Premier League untuk finis di posisi empat besar musim ini.

Meskipun kalah dari AC Milan pada babak 16 besar Liga Champions, Koscielny merasa bahwa kinerja yang dilakukan sudah cukup baik untuk membangun moral tim. Kini, "The Gunners" mengalihkan perhatian mereka untuk Premier League.

"Kami belajar dari kegagalan di Liga Champions. Setiap pemain berjuang bersama untuk membantu rekan setimnya. Hal ini baik untuk tim dan sekarang kami harus melakukan hal seperti itu di Premier League," ujar Koscielny seperti dilansir ESPN Star.

"Kami ingin bermain di Liga Champions tahun depan sehingga kami harus finis di tempat ketiga atau keempat Premier League musim ini," tuturnya kemudian.

Pemain berusia 26 tahun ini juga menambahkan bahwa pada babak kedua saat melawan Milan, timya merasa kelelahan setelah melakukan permainan yang luar biasa di babak pertama. Jadi, timya gagal untuk mencetak gol keempat dan harus rela tersingkir di babak 16 besar, meskipun menang 3-0 di leg kedua—Arsenal kalah agregat 3-4.

"Hal ini sulit bagi kami karena kami mengalami kelelahan setelah 45 menit babak pertama. Di babak pertama, kami memberikan yang terbaik di lapangan," ungkapnya.

Untuk pertandingan selanjutnya, Arsenal akan menjamu Newcastle United, Senin (12/3/2012) waktu setempat, dalam lanjutan Premier League. "The Gunners" pun berharap mendapatkan poin penuh untuk menjaga peluang mereka finis di posisi empat besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau