JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia akan menempuh langkah kebijakan bauran atau oplosan untuk mengantisipasi laju inflasi pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak. Pemerintah berencana menaikkan harga premium dan solar senilai Rp 1.500 dari harga pasar saat ini mulai April.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Kamis (8/3/2012), menyatakan, pihaknya mewaspadai propek inflasi pasca-kenaikan harga BBM.
Untuk itu, BI akan menempuh langkah kebijakan yang memadai dan terukur agar inflasi dapat kembali ke sasarannya.
”Kebijakan tersebut akan ditempuh dengan mengoptimalkan bauran kebijakan dari suku bunga, nilai tukar, pengelolaan likuiditas, dan kebijakan makroprudensial,” kata Darmin.
Dampak kebijakan menaikkan harga BBM ke inflasi, Darmin menambahkan, masih dapat ditekan lebih rendah dengan cara menerapkan subsidi ke sektor transportasi.
Di samping itu, penting pula penerapan komunikasi kebijakan yang baik kepada publik guna meminimalkan efek psikologis yang sering mengiringi kenaikan harga BBM.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang