SEMARANG, KOMPAS.com — Sedikitnya 25 warga di Kota Semarang, Jawa Tengah, turut mendukung penolakan kenaikan harga BBM. Mereka membubuhkan tanda tangan dukungan di selembar kertas, Jumat (9/3/2012), yang diedarkan puluhan mahasiswa dan aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang.
Salah satu warga yang menolak naiknya harga BBM adalah Wuwuh (52), penjual es dawet yang berada di kawasan Tugu Muda, depan gedung bersejarah Lawang Sewu, Semarang.
"Saya ikut memberi paraf, tanda mendukung harga BBM tidak naik. Kalau harga premium naik, dawet saya jadi sepi," kata Wuwuh.
Wuwuh, salah satu dari potret rakyat kecil yang setuju dengan aksi puluhan mahasiswa Undip Semarang menggelar aksi unjuk rasa, menolak kenaikan harga BBM.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang