BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Sejumlah kerabat dekat Ketua Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang, Wan Mauli, mengeluhkan sikap polisi yang mempersulit mereka menemui tersangka kasus dugaan penipuan di Register 45 Mesuji itu, Jumat (9/3/2012).
Novelia Yulista (31), anak kandung Wan Mauli, menumpahkan unek-uneknya soal sulitnya menjenguk Mauli.
"Dari jam 2 tadi saya di sini, tetapi tidak bisa menemui bapak. Padahal, sesuai jadwal, waktu besuk (tahanan) kan Selasa dan Jumat. Petugas bilang bapak hari ini tidak bisa dijenguk karena sedang ada penyidikan. Lha, ini aturan dari mana lagi? Kenapa yang lainnya bisa menjenguk, kami tidak?" keluh Novelia sambil terisak, menangis.
Meskipun sudah didampingi dua pengacaranya, mereka tetap gagal menjenguk Wan Mauli yang ditahan sejak Senin (5/3/2012) malam. "Bahkan, saya mau menitipkan kotak nasi saja ditolak. Kata petugas, kami bukan tempat penitipan. Lha, padahal, kami kan berhak khawatir ayah kami sudah makan atau belum, kondisinya bagaimana," tuturnya.
Uniknya, dalam kunjungan besuk ini, di dekat ruang sel itu muncul lima aparat Brimob bersenjata dari Polda Lampung yang disebut-sebut khusus mengawal besukan tersebut.
"Kalau memang polisi takut akan ada pengerahan massa Senin (11/3/2012) nanti, itu tidak ada kaitannya dengan kami. Kalau perlu, geledah saja. Saya ikhlas asal bertemu bapak," tuturnya. Selasa (6/3/2012) lalu, Wan Mauli sempat dijenguk keluarganya. "Tetapi, itu pun sulit," ujar Novelia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang