Register 45 mesuji

Wan Mauli Sulit Dijenguk Keluarganya Hari Ini

Kompas.com - 09/03/2012, 17:26 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Sejumlah kerabat dekat Ketua Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang, Wan Mauli, mengeluhkan sikap polisi yang mempersulit mereka menemui tersangka kasus dugaan penipuan di Register 45 Mesuji itu, Jumat (9/3/2012).

Novelia Yulista (31), anak kandung Wan Mauli, menumpahkan unek-uneknya soal sulitnya menjenguk Mauli.

"Dari jam 2 tadi saya di sini, tetapi tidak bisa menemui bapak. Padahal, sesuai jadwal, waktu besuk (tahanan) kan Selasa dan Jumat. Petugas bilang bapak hari ini tidak bisa dijenguk karena sedang ada penyidikan. Lha, ini aturan dari mana lagi? Kenapa yang lainnya bisa menjenguk, kami tidak?" keluh Novelia sambil terisak, menangis.

Meskipun sudah didampingi dua pengacaranya, mereka tetap gagal menjenguk Wan Mauli yang ditahan sejak Senin (5/3/2012) malam. "Bahkan, saya mau menitipkan kotak nasi saja ditolak. Kata petugas, kami bukan tempat penitipan. Lha, padahal, kami kan berhak khawatir ayah kami sudah makan atau belum, kondisinya bagaimana," tuturnya.

Uniknya, dalam kunjungan besuk ini, di dekat ruang sel itu muncul lima aparat Brimob bersenjata dari Polda Lampung yang disebut-sebut khusus mengawal besukan tersebut.

"Kalau memang polisi takut akan ada pengerahan massa Senin (11/3/2012) nanti, itu tidak ada kaitannya dengan kami. Kalau perlu, geledah saja. Saya ikhlas asal bertemu bapak," tuturnya. Selasa (6/3/2012) lalu, Wan Mauli sempat dijenguk keluarganya. "Tetapi, itu pun sulit," ujar Novelia.     

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau