Final sultan hassanal bolkiah trophy

"Andik dan Kurniawan, Pemain Kunci Indonesia"

Kompas.com - 09/03/2012, 19:42 WIB

BANDAR SERI BEGAWAN, KOMPAS.com - Ketajaman salah satu penyerang tim nasional Indonesia U-21, Andik Vermansyah cukup disegani sejumlah pendukung sepak bola di Brunei Darussalam. Pemain lincah bertubuh mungil itu dinilai merupakan salah satu pemain berbahaya yang dapat mengancam pertahanan Brunei.

Dalam turnamen ini, Andik memang paling menonjol dibandingkan rekan-rekannya. Pemain Persebaya Surabaya ini bahkan berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak dalam turnamen ini. Andik sejauh ini sudah mengoleksi empat gol, hanya kalah satu gol dari pemain timnas Myanmar, Kyaw Zayar Win.

"Brunei bisa menjadi juara jika mereka bisa mengulang performa di babak kedua saat melawan Myanmar," ujar Johari Hj Bungsu, salah satu pendukung timnas Brunei seperti dilansir situs resmi turnamen.

"Mereka tidak boleh memberikan kesempatan kepada Andik dan Kurniawan. Duo itu merupakan pemain kunci dan pengatur serangan untuk Indonesia," katanya lagi.

Pendapat serupa juga diungkapkan, salah satu pendukung timnas Indonesia,Faikhul Khalimi (23). Menurutnya, jika tidak dikawan dengan baik, Andik akan menjadi ancaman serius bagi barisan pertahanan Brunei dalam laga nanti.

"Aku harap Indonesia bisa bermain dengan baik di pertandingan ini, Andik akan menjadi pemain kunci. Meskipun ia bertubuh kecil, tetapi dia bisa mengalahkan tiga sampai empat bek dengan skill-nya yang cukup baik. Andik akan mencetak dua gol, dan skor 2-0 untuk Indonesia," harapnya.

Indonesia menghadapi Brunei di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Jumat (9/3/2012) malam ini. Pasukan Widodo Cahyono Putro itu berhak lolos ke final setelah menundukkan Vietnam dengan skor 2-0.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau