PKS Pilih Cagub yang Bisa Ubah Wajah Jakarta

Kompas.com - 09/03/2012, 19:46 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Masa akhir pendaftaran gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sudah dekat, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga kini belum menentukan siapa calon yang direkomendasikan bertarung di pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun ini. Yang jelas, satu dari beberapa syarat wajib yang harus dimiliki adalah calon gubernur yang bisa mengubah wajah Jakarta.

Menurut PKS, Jakarta sebagai ibu kota negara masih banyak memiliki pekerjaan rumah yang segera diselesaikan diantara mencakup kebersihan, tata kota, pengangguran, serta berbagai masalah sosial dan ekonomi. ''Cagub dari PKS akan ditanya bagaimana dia mengubah wajah Jakarta, dan akan dikemanakan Jakarta,'' kata Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishak saat akan membuka Rakornas Jati Jaya, Bali, Nusra di Surabaya, Jumat (9/3/2012).

Selain itu tentu saja, kata Lutfi, komitmen perjuangannya harus sesuai dengan visi dan misi PKS dalam membangun dan menyejahterkan rakyat. ''Kami tidak mau cek kosong, harus ada kontrak dan komitmen jelas yang tertulis bagi calon gubernur dari PKS,'' katanya.

Lutfi mengatakan PKS terbuka bagi siapa saja calon yang ingin maju, asalkan syarat-syarat tadi dipenuhi. ''Jika tidak, terpaksa kami akan menyodorkan nama dari PKS sendiri,'' kata Lutfi.

Nama Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana memang membawa nama PKS, tapi kata Lutfi, belum tentu politisi yang akrab dipanggil Bang Sani itu akan menjadi calon yang akan direkomendasi PKS.

Masa pendaftaran cagub-cawagub yang diusung partai politik akan berlangsung pada 13-19 Maret 2012. Dari seluruh partai yang ada, hanya dua partai yang bisa mengusung calonnya sendiri tanpa perlu berkoalisi karena sudah mencukupi kuota kursi di DPRD. Dua partai itu adalah Partai Demokrat (32 kursi) dan Partai Keadilan Sejahtera (18 kursi). Namun, kedua partai ini menyatakan diri akan berkoalisi dengan partai lain dan tidak akan berdiri sendiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau