Final hassanal bolkiah trophy 2012

Menang 2-0, Brunei Kubur Mimpi Indonesia

Kompas.com - 09/03/2012, 21:45 WIB

BANDAR SERI BEGAWAN, KOMPAS.com - Indonesia harus kembali menelan pil pahit setelah menelan kekalahan di partai puncak turnamen Asia. Tim nasional U-21 harus rela kalah 0-2 dari Brunei Darussalam di final turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2012 di Hassanal Bolkiah National Stadium, Jumat (9/3/2012). Mimpi Indonesia dihempaskan oleh dua gol tuan rumah yang dicetak Md Afi bin Aminuddin dan Adi bin Said.

Pertandingan dimulai dengan tempo cepat pada menit-menit awal. Baik Indonesia maupun Brunei bergantian melakukan serangan ke gawang lawan. Pada menit ke-6, Brunei mendapat peluang melalui Md Azeri bin Zahari. Sayang, tendangannya dari luar kotak penalti masih lemah, dan mampu diantisipasi kiper Aji Saka.

Indonesia pun bukan tanpa serangan. Beberapa kali kombinasi serangan yang dibangun Andik Vermansyah, Kurniawan, Yoshua Pahabol cukup merepotkan barisan pertahanan Brunei. Miko mendapat peluang pada menit ke-24. Namun, tendangannya menerima umpan dari Pahabol masih dapat diantisipasi barisan pertahanan Brunei.

Sepanjang pertengahan babak pertama, kedua tim masih melancarkan serangannya masing-masing. Kedua tim beberapa kali melakukan serangan balik cukup cepat dalam babak ini. Namun, rapinya barisan pertahanan kedua kubu, membuat sejumlah serangan lebih banyak hanya berkutat di lapangan tengah.

Tempo permainan melambat memasuki menit akhir. Indonesia tampak kesulitan menembus jantung pertahanan Brunei. Sedangkan Brunei, hanya mengandalkan serangan balik yang tidak terlalu membahayakan barisan belakang Indonesia yang tampil dengan konsentrasi cukup baik.


Brunei bangkit

Memasuki paruh kedua, tempo pemainan masih berlangsung dengan tinggi. Baru tiga menit babak kedua berlangsung, akhirnya Brunei mampu mengubah skor lebih dulu melalui Md Afi bin Aminuddin pada menit ke-48. Gol berawal dari kurang sempurnanya bek Samsul Arifin dalam mengantisipasi umpan silang pemain Brunei. Bola kemudian jatuh ke kaki Aminudin. Tanpa ampun, ia melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Aji.

Ketinggalan satu gol membuat mental pemain Brunei melejit. Beberapa kali tim asuhan Feisal Eusoff itu melakukan serangan berbahaya di lini pertahanan Indonesia. Sebaliknya, Indonesia pun mencoba keluar tekanan. Pelatih Widodo C Putro kemudian memasukan Fadly M menggantikan Miko pada menit ke-49, untuk menambah daya serang melalui lini tengah "Garuda Muda".

Indonesia terus berusaha menekan pertahanan Brunei. Namun, keasyikan menyerang, membuat konsentrasi pemain bekalang Indonesia berkurang. Hal itu kemudian mampu dimanfaatkan pemain Brunei untuk mencetak gol kedua melalui Adi bin Said pada menit ke-75. Melalui serangan balik yang cepat, Adi bin Said melakukan aksi dari sisi kanan lebih dahulu, sebelum melepaskan tendangan keras yang masuk ke arah gawang Indonesia.

Menjelang menit akhir pertandingan, Indonesia masih berupaya untuk memperkecil ketinggalan. Beberapa kali Andik, Fadly, dan Pahabol mendapatkan peluang di depan gawang Brunei. Akan tetapi, dari sejumlah peluang tersebut tidak ada satupun yang mampu dikonversikan menjadi gol. Skor 2-0 untuk kemenangan Brunei itu pun tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

Kekalahan ini melengkapi daftar kekalahan di partai puncak. Sebelumnya, Indonesia menderita dua kali kekalahan di partai final di ajang berbeda tingkat Asia. Pertama, timnas kalah di Piala AFF 2010, dan SEA Games 2011 melawan tim yang sama, yakni Malaysia.

Susunan pemain:
Indonesia: Aji Saka; Syaiful Indra Cahya, Samsul Arifin, Kurniawan, Ridwan Awaludin, Achmad Faris Ardiansyah, Nurmufid Fastabiqul Khairot, Agus Nova Wiantara, Miko Ardiyanto (Fadly M 49), Yosua Pahabol, Andik Vermanshah

Brunei Darussalam:
Md Fakrul Zulhazmi bin Yussof; Adi bin Said, Md Hendra Azam bin Md Idris (Reduan bin Hj Petara 62), Abd Mu’iz bin Sisa, Hazwan bin Hamzah, Md Afi bin Aminuddin, Md Aminuddin Zakwan bin Tahir, Md Azri bin Zahari, Md Azwan Ali Rahman, Md Nurikhwan bin Othman, Md Najib bin Hj Tarif.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau