Bandar Seri Begawan, Kompas -
”Tim Merah Putih” seperti tampil antiklimaks setelah pada partai sebelumnya sukses menekuk Vietnam 2-0. Para pemain juga tampil tidak lepas, seperti terbebani target kemenangan.
Pelatih Kepala Tim U-21 Indonesia Widodo C Putra menegaskan, penggantian tiga pemain yang dilakukan pada babak kedua tidak lain untuk mengatasi ketertinggalan. ”Saya langsung memasukkan tiga ujung tombak sekaligus dengan menggantikan pemain belakang karena saya pikir kalah 2-0, 3-0, atau 4-0 sama saja,” tuturnya.
Sekalipun kalah, baik Widodo maupun Manajer Tim Indonesia Hasrul Azwar merasa puas dengan permainan para pemain. ”Pemain kami kurang pengalaman bertanding dibandingkan pemain Brunei yang sebagian merupakan pemain senior,” kata Hasrul yang juga anggota DPR.
Menpora Andi Mallarangeng yang menyempatkan diri melihat pemain Indonesia di kamar ganti mengingatkan agar tetap berusaha memberikan yang terbaik karena Presiden mengikuti langsung pertandingan yang disiarkan langsung ke Tanah Air.
Widodo menyatakan, ketika di kamar ganti saat turun minum, dirinya sempat memberikan motivasi agar pemain binaannya dapat membuat sejarah bagi diri mereka sendiri ataupun bagi negara. ”Tetapi kita semua tahu apa yang bisa mereka capai. Kalah memang menyakitkan, tetapi inilah hasil terbaik kita kali ini,” tuturnya kepada wartawan
Meski turnamen ini hanya level U-21, kekalahan dari Brunei cukup mengejutkan. Terlebih Brunei selama ini dikenal sebagai tim anak bawang di kawasan Asia Tenggara.
Bagi masyarakat Brunei, hasil ini layak dirayakan. Gelar juara ini seperti sebuah lompatan prestasi yang cukup besar. Terlebih asosiasi sepak bola mereka, BAFA, pernah dibekukan FIFA selama dua tahun. Ini juga merupakan sejarah buat sepak bola Brunei karena ini merupakan gelar internasional pertama mereka di era sepak bola Brunei yang baru terbentuk.
BAFA dibekukan tahun 2009 karena FIFA menilai BAFA telah diintervensi pemerintah. Sanksi itu dicabut dalam sidang Komite Eksekutif FIFA di Zurich akhir Mei 2011 setelah BAFA dibubarkan dan namanya diganti menjadi The National Football Association of Brunei Darussalam (NFABD).