Otonomi khusus papua

Hubungan Antarlembaga Buruk

Kompas.com - 10/03/2012, 02:03 WIB

Jakarta, Kompas - Pelaksanaan otonomi khusus di Papua yang tidak optimal disebabkan regulasi yang tidak lengkap. Pembahasan peraturan daerah khusus kerap terhambat akibat hubungan antarlembaga yang kurang baik.

Hal itu terungkap dalam evaluasi pelaksanaan otonomi khusus Papua dan Papua Barat. Dari 12 peraturan daerah khusus (perdasus) dan 17 peraturan daerah provinsi (perdasi), baru 5 perdasus dan 11 perdasi yang sudah dirampungkan.

Selama ini, kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan, Jumat (9/3), di Jakarta, banyak pelaksanaan kewenangan dalam otonomi khusus yang tidak optimal. Umumnya, landasan hukum yang digunakan hanya peraturan gubernur kendati diperlukan payung hukum yang lebih kuat.

Oleh karena itu, ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, pihaknya siap memfasilitasi. Apalagi Papua sesungguhnya sudah memiliki draf awal rancangan perdasus dan perdasi.

Akan tetapi, pada praktiknya, kata Djohermansyah, hubungan antarlembaga kurang bagus. Ketika harus dibahas melalui DPR Papua, Majelis Rakyat Papua, dan tim ahli, koordinasi tidak jalan.

”Duduk bertiga bersama boleh dikatakan tidak pernah. Kecuali kalau ada dari pusat datang, kami minta ketemu, baru ada DPRP, MRP, gubernur. Ada semacam hambatan komunikasi antarlembaga,” tutur Djohermansyah.

Selain itu, kata Gamawan, beragamnya kelompok agama, kelompok adat, dan suku di Papua semakin membuat situasi sulit. Sebab setiap kelompok memiliki aspirasi sendiri. Menjelang pilkada, misalnya, warga Papua tidak melihat partai politik, tetapi mengikuti siapa yang dipilih kepala sukunya. Karena itu, mengelola keberagaman tersebut tidak bisa disamakan dengan di DKI Jakarta.

Untuk itu, disarankan supaya ada peningkatan kemampuan penyelenggara kebijakan otsus. Selain itu, diperlukan komitmen semua pihak, baik pusat maupun daerah, untuk bersama-sama menjalankan kebijakan. Pemerintah pusat juga perlu memberikan pendampingan. (INA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau