Lingkungan

90 Persen Hutan Mangrove di Jateng Rusak

Kompas.com - 10/03/2012, 11:29 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Sejumlah mahasiswa dari Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro menggelar aksi kampanye lingkungan di Kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/3/2012) ini.

Mereka menyosialisasikan kegunaan pohon mangrove untuk lingkungan pesisir yang saat ini rusak parah. Mereka berkampanye peduli lingkungan dengan membawa poster besar bertuliskan "Save Mangrove", serta membagikan stiker yang berisi pesan untuk melindungi kawasan mangrove.

Kampanye ini juga sebagai bentuk keprihatinan atas rusaknya hutan mangrove di kawasan Kota Semarang akibat pembangunan. Ekosistem mangrove di pesisir pantai Kota Semarang telah rusak berat, salah satunya disebabkan reklamasi pantai yang semakin intensif.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, saat ini kawasan mangrove di kawasan pesisir Jawa Tengah seluas 5.000 hektar, sekitar 90 persen di antaranya rusak berat.

Peran ekosistem mangrove sangat besar untuk melindungi abrasi pantai. Selain itu, juga sebagai tempat pemijahan benih ikan di sekitar laut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau