Zat Pewarna Soda akan Diubah

Kompas.com - 10/03/2012, 12:30 WIB

Kompas.com - Hukum negara bagian California, Amerika Serikat, mewajibkan dua produsen minuman soda yakni Coca Cola dan Pepsi untuk mengubah cara mereka membuat warna karamel dalam produknya. Zat pewarna yang dipakai selama ini dianggap bersifat karsinogenik.

Seperti diberitakan sebelumnya, zat untuk membuat warna karamel dalam produk softdrink yakni 4-methylimidazole, bisa memicu kanker. Sebuah kelompok riset publik, Center for Science in the Public Interest, telah mengirimkan petisi kepada FDA untuk melarang penggunaan bahan kimia tersebut.

Juru bicara FDA mengatakan petisi tersebut telah dianalisa. Namun, ia mengingatkan bahwa pada dasarnya level zat pewarna soda itu masih dalam batas aman. Zat pewarna itu bersifat karsinogenik jika konsumen mengonsumsi 1.000 kaleng soda setiap hari.

Menanggapi keputusan pemerintah California, American Beverage Association, mengatakan beberapa perusahaan akan tetap meneruskan penggunaan 4-methylimidazole, namun untuk produk yang beredar di negara bagian California telah dibuat penyesuaian sesuai standar yang berlaku.

"Konsumen tidak akan merasakan perbedaannya dalam produk. Lagi pula tidak ada alasan bahaya bagi kesehatan," kata asosiasi tersebut dalam pernyataannya.

Perwakilan Coca-Cola, Diana Garza-Ciarlente, mengatakan telah meminta suplier karamel untuk memodifikasi prosesnya sehingga level zat kimia tersebut bisa dikurangi.

"Walau kami yakin sebenarnya tidak ada dampak berbahaya zat kimia itu tapi kami tetap melakukan perubahan," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau