Lady Gaga Gadungan Pun Ikut Antre Tiket

Kompas.com - 10/03/2012, 12:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian penggemar Lady Gaga alias Little Monster yang mengantre di FX Plaza, Jakarta, Sabtu (10/3/2012) ini, untuk membeli tiket konser idola mereka yang akan digelar di Jakarta, 3 Juni 2012, berdandan seperti Gaga. Ada yang melakukan itu demi mendapatkan antrean prioritas untuk membeli tiket sesuai aturan main dari penyelenggara konser tersebut. Ada pula yang berdandan ala Gaga untuk kesenangan saja.

Nunu, contohnya, remaja putri dari Bandung, mengenakan rambut palsu putih dan busana ungu ala Gaga. "Dari jam lima (pagi) antre. Dandan seperti ini supaya dapat priority line, daripada jauh-jauh terus enggak dapat tiket dan capek antre," tuturnya.

Ada pula Nadia dan Sheya dari Jakarta. Mereka meniru penampilan Gaga dalam klip video untuk lagu duet Gaga dengan Beyonce, "Telephone". Sheya juga memodifikasi kacamata gelapnya agar seperti kacamata Gaga. "Ini pakai kertas dan tisu, terus dibuat biar mirip rokok. Emang niat lucu-lucuan aja, enggak tahu kalau dapat priority line," cerita Sheya, yang mengaku kuliah di sebuah universitas negeri di Jakarta.

Selain mereka, sebut saja, ada seorang pengantre yang menggulung rambutnya dengan kemasan minuman kaleng dan dua orang lain yang tampil dengan wajah seperti tengkorak manusia dan berjalan mengelilingi antrean.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau