Busana Merah Mengundang Hasrat Bercinta?

Kompas.com - 10/03/2012, 15:50 WIB

KOMPAS.com - Tampil dengan pakaian berwarna atau bernuansa merah tak hanya menarik perhatian karena warnanya yang menyolok. Perempuan berbusana merah juga memiliki citra berbeda dari yang lainnya. Di mata pria, busana merah identik dengan gairah seks.

Merah memang selalu diasosiasikan dengan cinta dan hasrat. Tapi tak berhenti sampai disitu. Dalam pandangan pria, merah punya dua makna. Pertama, perempuan yang mengenakan busana merah lebih seksi dan memiliki daya tarik seksual lebih tinggi. Kedua, pria menganggap perempuan berbusana merah juga sedang berhasrat untuk bercinta.

Anda boleh saja menyangkalnya. Karena bisa jadi Anda mengenakan dress merah misalnya karena memang Anda suka warna berani ini, atau suka model busananya. Namun, sebuah studi menunjukkan pria memang kerap mengaitkan busana merah ini dengan seks.

Para peneliti dari University of Rochester menunjukkan fakta bahwa pria menilai perempuan berbusana merah memiliki daya tarik seksual dan hasrat seks lebih tinggi. Riset ini diterbitkan dalam the Journal of Experimental Social Psychology.

Fakta ini didapatkan dari riset yang melibatkan 25 pria. Para pria ini diberikan foto satu perempuan yang sama, mengenakan dua busana berbeda, T-Shirt putih dan merah. Setelah melihat foto tersebut, peneliti bertanya kepada para responden pria, "Model perempuan mana yang seksi dan sedang bergairah?".

Sebagai respons atas pertanyaan provikatif ini, para pria tersebut memberikan nilai tinggi pada perempuan berbaju merah dibandingkan si baju putih. Hanya dengan berbaju merah, perempuan ini dianggap lebih seksi dan berhasrat meski ia adalah perempuan yang sama dengan figur yang menggunakan baju putih.

Menurut riset ini, ketika perempuan berbusana merah maka ia sedang menunjukkan dirinya bahwa ia memiliki hasrat membara. Padahal, di sisi perempuan, berbusana merah menjadi salah satu cara meningkatkan kepercayaan diri. Bukan untuk menarik perhatian lawan jenis, apalagi mengundang hasrat seksual pria.

Apa pun hasil penelitian terkait busana merah, bukan lantas Anda harus membatasi diri mengenakannya. Anda juga tidak perlu bersikap lebih berhati-hati. Bersikaplah sewajarnya, namun pahami juga jika kemudian pria menunjukkan tanda-tanda ketertarikan secara seksual lantaran melihat Anda berbusana merah. Bahkan ketika Anda sekadar mengenakan kaos merah sekalipun.

Yang perlu Anda lakukan untuk merespons tanda-tanda ketertarikan pria secara seksual adalah dengan tegas menyatakan, Anda mengenakan busana merah bukan untuk melampiaskan hasrat dengannya. Namun lain halnya dengan suami. Anda justru bisa memanfaatkan busana merah untuk membuat pasangan lebih bergairah untuk segera bercinta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau